Pemkab Mimika Pesan 1.000 Rapid Test untuk Tes Massal Covid-19

0
71
Pemerintah Kabupaten Mimika tengah memesan 1.000 rapid test untuk tes massal dalam percepatan pengendalian virus corona baru (Covid-19) di wilayah setempat. Mengingat jumlah temuan Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Orang Tanpa Gejala (OTG) yang terus meningkat dari hasil tracing kontak yang dilakukan, sehingga perlunya tes missal, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Mimika.
Data Covid-19 Kabupaten Mimika Tanggal 9 April 2020

TIMIKA, TimeX

Pemerintah Kabupaten Mimika tengah memesan 1.000 rapid test untuk tes massal dalam percepatan pengendalian virus corona baru (Covid-19) di wilayah setempat.

Mengingat jumlah temuan Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Orang Tanpa Gejala (OTG) yang terus meningkat dari hasil tracing kontak yang dilakukan, sehingga perlunya tes missal, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Mimika.

Namun, Reynold Ubra, Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian (TGTPP) Covid-19 Mimika, melalui video conference menggunakan  aplikasi zoom, Kamis tadi malam mengatakan, tes massal dengan rapid test diutamakan untuk 300 orang dari hasil tracing kontak, baik  ODP maupun OTG.

Dengan dukungan ketersediaan VTM (Virus Transport Medium) yang digunakan untuk pemeriksaan sampel pasien, maka pihak RSUD   sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 bisa melakukan pemeriksaan lebih awal, dan hasilnyapun cepat diketahui.

Sambungnya, dengan mendahulukan ODP dan OTG, agar pemeriksaan sampelnya lebih cepat, sehingga dapat mengestimasi berapa besaran kasus yang di temukan.

“Tujuannya supaya fenoma gunung es yang terjadi saat ini cepat terbongkar dan cepat pula teratasi,” ungkap Reynold.

Dijelaskan pula, dari temuan dengan jumlah PDP yang dirawat di RSUD, termasuk  ODP dan OTG yang ditemukan di Puskesmas lebih banyak dari hasil tracing kontak, ini sebuah fenomena yang bagus.

“Dengan RSUD menemukan orang dengan gejala stadium lanjut, sedangkan Puskesmas menemukan dari tracing kontak, termasuk tim gugus tugas menemukan ratusan di lapangan, ini bisa jadi indikator percepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Berdasarkan temuan hasil tracing kontak dari pasien positif Covid-19 klaster Lembang, langkah pertama adalah melakukan isolasi wilayah di dua distrik, yaitu Distrik  Mimika Baru dan Distrik Mimika Timur,sehingga sebaran Covid-19 tidak meluas ke wilayah distrik pesisir maupun pegunungan.

“Ini dimaksudkan agar mereka yang belum sembuh bisa cepat dilakukan pemeriksaan dan ditangani. Karena secara epidemologi membahayakan kalau tidak ditemukan OTG atau ODP,” tandasnya. (a32)

Penulis:Elsina Mnsen

Editor:Maurits Sdp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.