Program Studi D3 Kesling Timika Raih Akreditasi B

0
108
Foto: Antonius Djuma/TimeX FOTO BERSAMA – Tim Prodi D3 Kesling foto bersama sebelum bertanding, Rabu (11/3).

TIMIKA,TimeX

Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura sebagai induk dari Program Studi Diploma Tiga Sanitasi atau sebutan Diploma Tiga Kesehatan Lingkungan (Kesling), Kampus Mimika memperoleh Akreditasi B dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan ( LAM-PTKes ).

Foto: Antonius Djuma/TimeX
FOTO BERSAMA – Tim Prodi D3 Kesling foto bersama sebelum bertanding, Rabu (11/3).

BACA JUGA : Prodi D3 Kesling dan PKM Mapurujaya Jawara Bola Voli PPNI Cup II

BACA JUGA : Maknai HUT PPNI ke 46, Perawat Tanam 100 Calliandra dan Aksi Pungut Sampah

BACA JUGA : Reynold: Sebagian Besar Tenaga Kesehatan Belum Kantongi SK Bupati

BACA JUGA : Turnamen Bola Voli HUT PPNI ke 46 Bergulir, Pemain Dipesan Junjung Tinggi Sportivitas

Goldfried Maturbongs, Koordinator Umum Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan, Kesling dan Kebidanan Kampus Mimika kepada Timika eXpress, Minggu (10/5) mengatakan, akreditasi di tingkat pendidikan tinggi tidak hanya dilakukan pada tingkat universitas.

Di tingkat Program Studi dan Fakultas, akreditasi tetap dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri. Akreditasi bagi Program Studi Rumpun Ilmu Kesehatan sangat penting.

Dikatakan, akreditasi ini bertujuan agar perguruan tinggi dapat memiliki standar mutu dan kurikulum yang sejalan dengan Standar Organisasi Profesi.
Menurut Goldfried, manfaat akreditasi LAM-PTKes saat ini membawahi 30 Profesi Tenaga Kesehatan yang menjamin kualitas mutu program studi. Dengan mutu pendidikan yang baik, diharapkan lulusan tenaga kesehatan, baik itu perawat, dokter, apoteker, bidan dan sanitarian bisa memenuhi standar yang dimiliki orgasasi profesi masing-masing.

Manfaat akreditasi ini, kata Goldfried tidak hanya dirasakan oleh para lulusan tenaga kesehatan. Manfaat lebih besar akan dirasakan juga oleh masyarakat di masa depan.

Manfaat pertama, tenaga kesehatan akan lebih mudah mendapat pekerjaan karena kemampuannya sesuai standar yang dibutuhkan. Karena ada peran organisasi profesi di sini dalam peningkatan mutu pendidikan.

Lanjutnya, manfaat kedua, tenaga kesehatan, dokter, perawat, bidan, apoteker, sanitarian yang keilmuannya memenuhi standar, akan lebih baik dalam melayani masyarakat. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Dijelaskan, sesuai dengan SK Pengurus Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (Perkumpulan LAM-PTKes ) Nomor 0179/LAM-PTKes/Akr/Dip/IV/20202 Tentang Status nilai dan peringkat akreditasi Program Studi D3 Sanitasi (Kampus Mimika).

Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jayapura 25 April 2020 yang diterima oleh Ketua Program Studi Diploma Tiga Sanitasi Kampus Mimika dengan Status Terakreditasi, Nilai 315,Peringkat B (Baik).

Untuk Legalitas SK tersebut maka hasil dari Berita Acara Rapat Pleno Majelis Akreditasi Nomor: 003/LAM-PTKes/BA Akr/IV/2020 tanggal 25 April 2020 salinannya disampaikan kepada, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Ketua Badan Akrditasi Nasional Perguruan Tinggi, Para Koordinator Layanan Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah, Rektor/Ketua/Direktur Perguruan Tinggi yang bersangkutan.

Sesuai dengan arahan Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika saat membuka kegiatan Akreditasi bahwa apa yang disiapkan Program Studi Diploma Tiga Sanitasi Kampus Mimika mulai dari awal sampai dengan pelaksanaan akreditasi hendaknya tidak hanya semata-mata untuk sesaat saja, ibarat istilah asal ‘Bapak Senang’, akan tetapi harus dijaga kualitas.

Pada saat yang bersamaan Wakil Bupati juga meminta kepada Wadir 1 dan 2 yang mewakili Direktur Poltekkes Kemenkes Jayapura agar ada penambahan Program Studi di Kabupaten Mimika.

Sementara penyampaian dari Wadir 1 bahwa 3 Program Studi yang saat ini berada di Kabupaten Mimika sudah dapat dijadikan Poltekes Kemenkes tersendiri terpisah dari Jayapura, hanya saja terkendala pada hibah tanah yang harus diperbaharui karena status tanah sangat berpengaruh pada kegiatan pembangunan sarana penunjang pendidikan yang dibiayai oleh Kementerian Kesehatan. (ale)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.