TNI-Polri Perketat PSSM di 10 Titik

0
1669
Foto: Ist./TimeX IMBAUAN - Kasat Binmas Polres Mimika memberikan imbauan menggunakan pengeras suara di perempatan Jalan Hasanuddin - Jalan Budi Utomo, Sabtu (16/5).

TIMIKA,TimeX

Guna mencegah penyebaran Covid-19, jajaran TNI-Polri bersinergi memperketat Pembatasan Sosial Secara Meluas (PSSB) aktivitas warga di sepuluh titik lokasi di antaranya perempatan di Polsek Kuala Kencana, Bundarana SP 2, pertigaan Jalan Budi Utomo – Jalan Cenderawasih, pertigaan Tiga Raja, perempatan Bank Papua, POM Lama, Pin Seluler, perempatan Lampu Merah Gunawan dan Timika Mall di perempatan Jalan Hasanudin.

BACA JUGA :Tekan Angka Covid-19 Perlu Perketat Kedisiplinan Warga

Foto: Ist./TimeX
IMBAUAN – Kasat Binmas Polres Mimika memberikan imbauan menggunakan pengeras suara di perempatan Jalan Hasanuddin – Jalan Budi Utomo, Sabtu (16/5).

BACA JUGA : PSSM Berlaku 21 Mei, Sanksi Tegas akan Diterapkan

BACA JUGA : Bantu Pemulihan COVID-19 Mimika TNI Siagakan Pesawat Khusus

AKP Andyka Aer, Kabag Ops Polres Mimika mengatakan sebanyak 220 personel gabungan yang akan dilibatkan dalam memperketat pembatasan aktivitas di sepuluh titik tersebut.

“Sesuai Instruksi Bupati melalui rapat yang diputuskan, bahwa mulai tanggal 21 Mei mendatang akan dimulai pemberlakuan Pembatasan Sosial Secara Meluas (PSSM). Hal ini menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Papua dan perjanjian bersama Gubernur, Pangdam dan Kapolda Papua,” katanya kepada Timika eXpress, Sabtu (16/5).

BACA JUGA : Penerapan PSSM Otoritas Pemerintah

BACA JUGA : Polsek KP3 Laut Pomako Kawal Logistik 100 Ton Beras

BACA JUGA : Sally FC Berbagi Kasih dengan Sesama Pemain

Meskipun demikian, pihaknya sementara tetap memberikan edukasi melalui  imbauan dan penyekatan jalan serta mensosialisasikan rencana pemberlakuan PSSM sehingga masyarakat bisa memahami dari awal.

“Saya mengharapkan semua anggota tetap menjaga kesehatan. Kegiatan hari ini masih melaksanakan imbauan memakai masker dan memperketat penutupan sebagian akses jalan seperti biasanya yang dilakukan sekitar pukul 14.00 WIT, yang mana masyarakat tidak boleh beraktivitas lagi dan diwajibkan pengendara memakai masker,” jelasnya.

Secara umum, kata Andyka, imbauan disampaikan untuk terus menjaga kebersihan diri, yaitu dengan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, menghindari menyentuh mata hidung dan mulut, serta menghindari kontak dengan penderita demam maupun batuk.

Selain itu, lanjutnya bagi yang sedang mengalami gejala batuk maupun pilek dianjurkan untuk selalu mengenakan masker apabila saat batuk dan bersin dropletnya tidak menyebar ke mana-mana.

Bahkan ia sarankan segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala seperti batuk, demam dan kesulitan bernapas, dengan menjelaskan rekam jejak serta riwayat perjalanan kepada petugas kesehatan.

“Ada 10 lokasi yang menjadi perhatian serius dalam imbauan dan penyekatan badan jalan terus dilakukan, sehingga masyarakat sadar untuk tidak lagi melakukan aktifitas di atas pukul 14.00 WIT,” ujarnya.

Menurutnya, selama melaksanakan imbauan dan perketat pengamanan, pihaknya masih menemukan masyarakat baik pejalan kaki maupun menggunakan kendaraan tidak menggunakan masker.

“Apabila masih ditemukan, maka kami akan mengambil langkah tegas. Untuk itu, kami  imbau agar masyarakat kembali ke rumah dan jangan lagi melakukan aktifitas di jalan raya apabila tidak terlalu penting,” pungkasnya.

Penulis : Rina

Editor : Anton Djuma

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.