Bulog Timika Pasok 125 Ton Gula

0
223

**Beras Aman Enam Bulan Kedepan
TIMIKA, TimeX
Kantor Seksi Lgistik (Kansilog) Timika, memasok gula kristal putih mencapai 125 ton, yang saat ini dalam proses ditribusi ke Timika, guna stabilisasi harga gula di pasaran.

BACA JUGA : Reses, Trifena Salurkan Beras untuk Warga di Mimika

BACA JUGA :Yumte Sebut Verifikasi Data Warga Mandek dari Distrik

BACA JUGA :BPJS Ketenagakerjaan Bagikan Sembako kepada Pekerja

Hal ini diungkapkan Ariek Estyanto I.W, Kepala Kansilog Timika, kepada Trifena M Tinal, Anggota Komisi VI DPR-RI, di ruang kerjanya, Selasa (19/5).

FOTO: Linda B Langi’
Trifena M Tinal, BSC (kiri) usai bertemu dengan Kepala Kansilog Mimika, Selasa (19/5).

Kata Ariek, pasokan gula dalam jumlah tersebut dalam rangka operasi pasar sesuai dengan penugasan dari pemerintah, megingat harga gula di pasaran Mimika saat ini menyentuh harga hingga Rp 26 ribu per kilo gramnya. Sedangkan gula dari Bulog nantinya dipasarkan dengan harga eceran tertinggi sesuai ketentuan Kementerian Perdagangan yakni Rp 12.500.
Secara teknis lanjut dia, gula akan didistribusikan kepada mitra yang bekerjasama dengan Bulog, namun akan diatur sedemikian, untuk menghindari adanya upaya penimbunan oleh oknum.
“Kita kasihnya nanti dibatasi, supaya jangan ada yang menimbun,” tambahnya.
Kata dia, oeprasi pasar untuk komoditas gula ini dilakukan menyusul berkurangnya stok gula dalam negeri sejak awal tahun.
Karena itu gula yang akan masuk ini sebagian merupakan gula impor dan sebgian dari Lampung.
“Akhir tahun 2019, sekitar September-Oktober harga pasaran itu masih normal sekitar Rp 13 ribu. Tetapi setelah sejumlah pabrik gula tutup harga di pasaran mengalami kenaikan hingga dua kali lipat,” tandasnya.

BACA JUGA : Tim COVID-19 Perlu Buka Posko Pemeriksaan Massal di Kampung

Sementara itu, Trifena juga memastikan mengenai ketersediaan beras di Timika, mengingat kondisi Pandemi saat ini yang dikhawatirkan menyebabkan krisis pangan di tengah masyarakat.
Terkait dengan itu, Ariek Estyanto memastikan persediaan beras untuk Mimika enam bulan ke depan masih aman.
Kata dia, baru-baru ini setidaknya 1000 ton beras dipasok dari Merauke, dimana 300 ton sudah ada di gudang Bulog dan 700 ton akan segera dibongkar di pelabuhan Poumako. Selain itu 1500 lagi akan segera menyusul dalam waktu dekat, sehingga total yang tersedia 2500 ton.
Lanjut Ariek, untuk kebutuhan beras Mimika tidak sepenuhnya berasal dari Bulog, karena banyak pengusaha yang memasok beras ke Mimika dan beredar di pasaran. Bulog hanya akan melakukan operasi pasar ketika terjadi peningkatan harga yang signifikan.
Untuk PNS, TNI dan Polri lanjut dia, memang menjadi tanggungjawab Bulog, dan setidaknya sekitar 300 hingga 400 ton beras didistribusi setiap bulannya, termasuk untuk keperluan operasi pasar sekitar 100 ton.
Adapun untuk jaminan ketersediaan beras menurutnya masih sangat aman, karena selama ini kebutuhan beras di Papua sepenuhnya berasal dari Merauke. Di Merauke sendiri terjadi surplus produksi beras yang cukup besar tahun lalu dan tahun ini Merauke akan masuk dalam masa panen lagi. Dengan demikian pemenuhan kebutuhan beras untuk Papua akan berkelanjutan.

Sementara itu terkait dengan distribusi beras untuk Mimika dan Kabupaten puncak yang menjadi bagian dari pelayanan Bulog, pasalnya ditangani oleh PD Irian Bakti termasuk untuk sejumlah distrik di Mimika yang menggunakan moda transportasi udara dan Bulog hanya selaku penyedia beras.

Dengan kondisi pangan khususnya beras dan gula yang dijamin oleh Bulog, Trifena berharap bisa memberi rasa aman bagi masyarakat di Mimika, khususnya umat Muslim yang akan merayakan Idul Fitri dalam waktu dekat dapat memenuhi kebutuhannya. (*)

Penulis/Editor: Linda B. Langi’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.