Positif COVID-19 di Papua Bertambah 23 Jadi 538 Kasus

0
320
Karena ketidakjujuran pasien saat menjalani pemeriksaan mengakibatkan sudah sebanyak 34 tenaga medis di Papua terpapar Corona Virus Disease (COVID-19).
dr. Silwanus Sumule

>>Pasien Sembuh Tambah 18 Orang

>> Satu Pasien Meninggal di Timika

                                                TIMIKA, TimeX

Satgas Pengendalian, Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Papua mengumumkan warga positif COVID-19 bertambah 23 kasus baru, sehingga kumulatif tercatat 538 kasus hingga Kamis (21/5).
dr. Silwanus Sumule

Satgas Pengendalian, Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Papua mengumumkan warga positif COVID-19 bertambah 23 kasus baru, sehingga kumulatif tercatat 538 kasus hingga Kamis (21/5).

Peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi dari Kabupaten Mimika sebanyak 12 kasus, dan 11 kasus baru dari Kota Jayapura.

“Dari 538 kasus, sebanyak 394 atau 73 persen dalam perawatan di berbagai  rumah sakit, dan pasien sembuh sebanyak 134 orang  atau setara 25 persen,”terang dr. Silwanus Sumule selaku Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Papua kepada wartawan melalui layanan virtual, Kamis malam.

Lebih lanjut katanya, untuk tambahan 18 pasien positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh dan selesai dalam pemantauan terkonfirmasi dari Kabupaten Mimika sebanyak 11 orang, Kota Jayapura 2 orang, Kabupaten Jayapura 3 orang dan Kabupaten Jayawijaya 2 orang.

Sementara, jumlah kasus positif COVID-19 yang dinyatakan meninggal dunia bertambah 1 orang dari Kabupaten Mimika.

“Sehingga total meninggal dunia tercatat 10 orang atau dua persen. Untuk kasus kematian ini presentasenya termasuk sangat rendah,” ujar Sumule.

Adapun 1 pasien meninggal dunia di Mimika terkonfirmasi dari Rumah Sakit Tembagapura.

“Yang bersangkutan meninggal dunia setelah dirawat kurang lebih 13 hari, dan diketahui punya riwayat penyakit penyerta (cormobit),” terang Sumule.

Namun, pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia belum dipastikannya apakah karyawan/pekerja di Freeport.

“Satgas mengucapkan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Tuhan yang empunya kehidupan pasti menghibur keluarga yang ditinggalkan,”katanya.

Disampaikan pula, dengan bertambahnya kasus COVID-19, dan rasa syukur terhadap pasien sembuh yang juga bertambah, ini menunjukan masih ada ‘PR’ (Pekerjaan Rumah), dengan harapan pandemi yang sedang berlangsung, dalam waktu tidak terlalu lama segera diatasi.

Adapun, pembatasan   sosial merupakan satu diantara langkah-langkah yang sudah dilakukan, dan diharapkan masyarakat Papua secara bijak mengikuti ketentuan, yaitu tidak lagi beraktivitas setelah pukul 14:00 WIT.

“Jaga jarak, gunakan masker setiap beraktivitas di luar rumah, sesering mungkin cuci tangan, sehingga kita tidak saling lular dan menularkan corona virus,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.