Dua Tenaga Medis Satgas COVID-19 Ditembak KKB di Intan Jaya

0
855
Ditengah berjuang sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19, dua petugas medis secara mengejutkan ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Jumat (22/5).
ILUSTRASI
Ditengah berjuang sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19, dua petugas medis secara mengejutkan ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Jumat (22/5).
ILUSTRASI

TIMIKA,TimeX

Ditengah berjuang sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19, dua petugas medis secara mengejutkan ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Jumat (22/5).

BACA JUGA : Ada Pedagang Pasar Sentral Positif Rapid Test, Empat Security Isolasi Mandiri

BACA JUGA : Hari Pertama PSDD 405 Warga Terjaring Rapid Test, 28 Reaktif

BACA JUGA : Anggota Polres Mimika Aniaya Warga, Kapolres Minta Maaf

BACA JUGA : Masyarakat Jangan Mudah Hakimi Kejadian yang Viral di Medsos

AKBP Yuli Karre Pongbala, Kapolres Intan Jaya kepada media ini, Jumat malam, membenarkan peristiwa penganiayaan dan penembakan terhadap dua petugas medis, yaitu Almalek Bagau, SKM dan Eunico Somou, SKM.

Dari insiden tersebut, Eunico Somou dinyatakan meninggal dunia akibat kejahatan KKB.

“Kita belum bisa berikan keterangan pasti, karena kondisi sulit dan jauh untuk menjangkau TKP,” ungkapnya.

Pasalnya, dari 8 distrik di wilayah Intan Jaya, baru 3 distrik yang ditempati pasukan, termasuk dari kepolisian.

Sementara 5 distrik lainnya, yakni Tomasiga, Agisiga, Ugimba, Wandai dan Iyandoga belum ada pos keamanan maupun anggota kepolisian di sana.

“Untuk sampai ke lokasi kejadian harus melewati Komeho, dan sementara kita rencanakan besok (hari ini-Red) turun ke lokasi kejadian,” jelasnya.

Adapun informasi awal terkait insiden penembakan yang menimpa dua petugas medis ini didapat dari Pastoran Bilai.

“Informasi satu orang sudah meninggal. Kemudian satu korban lagi dalam kondisi kritis, masih dievakuasi di Pastoran Bilai. Hanya saja kita belum pastikan, apakah mereka ditembak atau dilukai. Nanti bisa langsung konfirmasi ke Bapak Bupati biar jelas,” ungkap AKBP Yuli Karre  Pongbala.

Kedua petugas medis ditugaskan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Intan Jaya sebagai Tim Gugus Tugas COVID-19 di wilayah setempat.

Sementara, Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni saat dihubungi via ponselnya secara terpisah membenarkan peristiwa nahas yang menimpa dua petugas yang bertugas di Distrik Wandai.

Natalis menerangkan, dugaan sementara aksi penganiayaan menyusul penembakan terhadap dua petugas medis itu terjadi pada Jumat petang.

“Informasinya betul dan  saya baru terima. Ada  dua orang tertembak, dan kami belum pastikan pelakunya dari pihak mana. Tapi dugaan KKB,” katanya.

Kedua petugas medis ini ditempat tugaskan di Distrik Wandai untuk melakukan sosialisasi dan penyerahan sembako dan lain–lain.

Lebih lanjut kata Natalis, informasi dari Kapolres Intan Jaya, salah satu dari kedua korban dilaporkan meninggal dunia.

“Dua-duanya orang kesehatan dan kami putus kontak karena diatas tidak ada signal di distrik ini. Kami pun masih harus pastikan di daerah itu aman baru bisa dijangkau dengan penerbangan, nanti setelah pertemuan dan koordinasi dengan Kapolres dan Dandim,” ujarnya.

Selanjutnya korban kritis akan segera dievakuasi ke Nabire untuk menjalani perawatan secara intensif.

Selain itu, akan dipastikan pula jaminan keamanan melalui koordinasi dengan Kapolres dan Dandim, mengenai akses helikopter ke Distrik Wandai untuk evakuasi korban. (vis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.