Masyarakat Jangan Mudah Hakimi Kejadian yang Viral di Medsos

0
394
Foto: Dok./TimeX Luki Mahakena

TIMIKA,TimeX

Masyarakat Mimika umumnya selaku netizen di dunia maya jangan mudah terprovokasi dengan menghakimi setiap kejadian yang diviralkan di media sosial (Medsos) baik dalam bentuk video maupun foto.

Foto: Dok./TimeX
Luki Mahakena

BACA JUGA : Luki: Masyarakat Jangan Terpancing Selebran Menyesatkan

BACA JUGA : Luky Minta ODP, PDP dan OTG ‘Dikandangkan’ Terpusat

BACA JUGA : Ada Pedagang Pasar Sentral Positif Rapid Test, Empat Security Isolasi Mandiri

Hal ini disampaikan oleh Luki Mahakena, pengamat sosial dalam press release-nya kepada Timika eXpress pada Jumat (22/5) malam.

Ia berpendapat perbuatan masyarakat menghakimi secara dini tidak bisa dibenarkan dan menyalahi asas praduga tak bersalah dalam hukum. Hal ini menjadi edukatif bagi warga agar tidak serta merta menarik kebenarannya secara subyektif semata atau berlebihan merespons informasi kontroversial baik berupa video, gambar maupun tulisan di media sosial dengan sumber tidak valid.

“Periksa dulu kebenaran informasinya, jangan sepotong-sepotong menilai informasi. Gunakan jalur yang ada. Bila pidana lapor lewat jalur hukum, bila mengganggu, merasa terancam segera lapor kepada pihak berwajib secara institusi hukum di tingkat penyedikan Polri untuk diproses,” sarannya.

Ia mengkritisi beberapa kejadian motif mengviral kejadian melalui video atau facebook dan sanara aplikasi Medsos lain secara sepihak sebagai suatu perbuatan pembenaran namun harus memenuhi etika hukum dan ketentuan UU ITE.

Karena apa yang divideokan lalu viral jika tidak memenuhi unsur kebenaran bisa membahayakan diri sendiri terjerat sanksi hukum pidana ketika ada pengaduan dari pihak yang dirugikan, atau adanya pembuktian hukum terbalik.

“Bagi warga Mimika marilah secara santun, dewasa dan selalu mengedepankan adanya asas praduga tak bersalah dalam menilai setiap kejadian, sebelum adanya keputusan peradilan hukum positif. Dengan demikian, kami mengimbau agar lebih waspada pada dirinya sendiri, karena tindakan mengviral video maupun melalui facebook secara kontroversial hukum akan mendatangkan ancaman bagi dirinya,” pesannya.

Luki menyampaikan perihal ini menyikapi beredarnya video belakangan ini yang terjadi di Kota Timika.

Misalnya kejadian korban dipukuli anggota polisi yang diviralkan oleh korban, anggota TNI yang sementara menjaga Pembatasan Sosial Secara Meluas (PSSM) di perempatan SP 1- SP 4, maupun video sejenisnya yang viral di medsos.

Ia menilai menurut orang yang viralkan bisa dijadikan sebagai ranah berita, namun secara institusi bisa dirugikan sebab informasi yang beredar belum tentu 100 persen benar sesuai fakta di lapangan. Apalagi informasi yang disajikan sifatnya sepotong-sepotong.

Penulis/Editor : Anton Djuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.