Nama Asisten II Mimika Dicatut Minta Uang ke Kontraktor

0
546
Foto: Dok./TimeX Sihol Parningotan

TIMIKA,TimeX

Nama Sihol Parningotan, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Kabupaten Mimika dicatut oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk meminta uang sebagai jaminan kepada kontraktor.

Foto: Dok./TimeX
Sihol Parningotan

BACA JUGA : Seorang Non Karyawan Ditemukan dengan Luka Tembak di Mile 61

BACA JUGA : Freeport Benarkan Seorang Karyawannya Meninggal Dunia Terinfeksi COVID-19

BACA JUGA : Ada Pedagang Pasar Sentral Positif Rapid Test, Empat Security Isolasi Mandiri

Hal ini dibenarkan oleh Sihol saat dihubungi Timika eXpress via ponselnya, Jumat (22/5) malam.

Sihol menjelaskan pelaku mencatut namanya saat menghubungi kontraktor mengaku dengan nama Pak Slamet Sutejo, stafnya yang sekarang sudah menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispencapil), supaya mengirimkan sejumlah uang dengan janjian akan diberikan pekerjaan (proyek).

Pelaku menghubungi kontraktor dengan nomor +6285287391202.
Kemudian pelaku dengan nomor HP 081317686919 mengaku sebagai Pak Sihol mengirimkan nomor rekening kepada kontraktor untuk meminta transfer uang jaminan pekerjaan: BRI. NO.REK. 4289.0102.3109. 532. AN. BPK. GAOS BUDIYONO.
BANK CIMB NIAGA. NO.REK. 7621.3420.8400. AN. BPK. ADRIAN HALIM.

“Yang mengaku sebagai pak Sihol 081317686919, berdomisili di Bekasi Utara. Ini info dari Pak Andi setelah saya lapor tanggal 14 Mei yang lalu dek,” tulis Sihol dalam pesan WhatsAppnya.

Mantan Kabag Hukum Setda Mimika ini juga mengakui pencatutan atas namanya meminta uang kepada kontraktor baru diketahui setelah mendapat informasi dari ibu Ida Wahyuni, Kepala Dinas Koperasi dan UKM.

Selain itu dari Roni Paliling, setelah mendapat telepon dari Budiyono yang mengaku sebagai stafnya.

Budiyono juga mengirimkan BANK CIMB NIAGA. Nomor rekening 7621.3420.8400.AN.BKP. ADRIAN HALIM lewat pesan WhatsApp.

Selain itu kata Sihol, ada juga permintaan pertemanan di Facabook atas nama Joni. Namun setelah diterima kemudian ia inboks bahwa uangnya sebanyak Rp.117 juta sekarang tinggal 17 ribu saja dan minta untuk diganti.

Sementara dalam rekaman pembicaraan berdurasi 3 menit 44 detik pelaku dengan seorang kontraktor atas nama Ibu Motte, pelaku mengaku atas nama Slamet Sutejo, Kabag Pemerintahan dan Pembangunan Kantor Bupati Mimika.

Dalam percakapan itu, Ibu Motte menanyakan kepada pelaku telepon ini maksudnya apa. Kemudian pelaku menjelaskan bahwa CV GADO sudah masukan datanya ke Kantor Bupati oleh GAPENSI dan LPSE. Salah satu kontraktor ada pekerjaan proyek.

“Itu yang mau kami sampaikan ibu yah,” kata pelaku.
Bahkan pelaku mengarahkan Ibu Motte supaya silahkan sampaikan segera kepada Elias Motte. Pelaku juga menanyakan nomor Elias Motte kepada ibu Motte namun disampaikan tidak punya. Dan Ibu Motte mengarahkan pelaku supaya telepon tetap menggunakan nomor yang sama karena dia adalah istrinya.

“Jadi disampaikan saja kepada bapak bahwa dari kantor bupati tadi. Telepon ada pekerjaan proyek disampaikan kepada CV GADO yah,” kata pelaku.

Kemudian Ibu Motte meminta agar pelaku menitipkan pesan semacam apa begitu untuk disampaikan kepada suaminya. Lalu ditanggapi pelaku bahwa ada pak Asisten II Sihol Parningotan mau bicara ada pekerjaan proyek yang mau dipercayakan kepada CV GADO, karena ini sudah masuk datanya di Kantor Bupati yang dimasukan oleh LPSE dan GAPENSi itu.
Sihol bisa memutuskan pekerjaan proyek ini.

Pelaku juga mengarahkan Ibu Motte supaya langsung saja telepon kepada Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sihol Parningotan akan menjelaskan syarat-syarat pemberkasan. Karena ini CV GADO salah satu kontraktor yang sudah masukan datanya di kantor bupati dan terpilih mendapat jatah mengerjakan proyek itu.

Ia juga janjikan akan mengirimkan nomor HP Sihol Parningotan untuk dihubungi.

Sihol berharap dengan adanya laporan polisi ini aparat bisa mengungkap dan menangkap pelaku untuk diproses hukum sebagai bentuk efek jera. Dan polisi bisa memblokir nomor Hpnya agar tidak ada korban lain.

Sihol juga ingatkan kepada warga Mimika maupun siapa saja apabila ada yang mencatut namanya dengan meminta uang atau dalam bentuk apapun jangan mudah percaya.

Penulis : Anton Djuma

Editor : Linda B Langi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.