Seorang Non Karyawan Ditemukan dengan Luka Tembak di Mile 61

0
405
Foto: Ist./TimeX KORBAN - Seorang warga yang diketahui Non Karyawan (NK) menjadi korban penembakan di jalan tambang Mile Point 61 area kerja PT Freeport Indonesia, Kamis (21/5) sekitar pukul 07.00 WIT. Korban ditemukan dengan sejumlah luka tembak.

TIMIKA,TimeX

Seorang warga yang diketahui Non Karyawan (NK) menjadi korban penembakan di jalan tambang Mile Point 61 area kerja PT Freeport Indonesia, Kamis (21/5) sekitar pukul 07.00 WIT. Korban ditemukan dengan sejumlah luka tembak.

Foto: Ist./TimeX
KORBAN – Seorang warga yang diketahui Non Karyawan (NK) menjadi korban penembakan di jalan tambang Mile Point 61 area kerja PT Freeport Indonesia, Kamis (21/5) sekitar pukul 07.00 WIT. Korban ditemukan dengan sejumlah luka tembak.

BACA JUGA : 3000 KK Terima BST Rp 600 Ribu Selama Tiga Bulan

BACA JUGA : Ada Pedagang Pasar Sentral Positif Covid-19, Empat Security Isolasi Mandiri

BACA JUGA : Prediksi Puncak Kasus COVID-19 di Papua Meleset  

Korban yang diketahui bernama belakang Waroy, kemudian dilarikan ke ruang emergency RS Tembagapura menggunakan ambulance perusahaan dikawal Patroli Zona Delt.

Menurut informasi, sebelumnya terdengar suara tembakan, sebelum akhirnya korban ditemukan dengan luka tembak di perut dan leher, sementara jalan MSR ditutup.

Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, Kapolda Papua membenarkan adanya insiden tersebut, dan saat ini pihaknya sedang mendalami kasus tersebut.

“Saya juga mendengarnya. Kami masih mendalami apakah NK (Non Karyawan) di hadang oleh kelompok atau seperti apa. Tapi lukanya sedikit berat dan bisa dihadapi,” kata Kapolda Papua kepada wartawan saat meninjau PSDD di Jalan Cenderawasih, Kamis (21/5).

Terkait dengan peristiwa tersebut, ia mengingatkan warga untuk tidak ke daerah yang dianggap zona merah, karena kelompok kriminial bersenjata (KKB) ini sepakat menyebut daerah itu sebagai daerah perang.

Ia berpesan agar masyarakat tidak hanya pikirkan kehidupan saja tetapi harus pikirkan keselamatan juga.

“Saya mohon dengan sangat, batas itu sampai Mile 32 saja. Lebih dari itu saya harap jangan ada lagi pendulang berada di Kali Kabur. Saya harap, untuk turun dulu dan kita akan tetap melakukan penindakan. Kami juga memikirkan keluar masuknya karena sangat sulit untuk dideteksi mengingat mereka (KKB, red) memiliki jalur-jalur pintas yang mereka punya,” jelasnya.

Lanjutnya, di wilayah tersebut juga ditempatkan personil keamanan, tetapi mereka menguasai medannya. Apalagi di MP 61 daerah yang khusus.

Kapolda juga mengaku telah mengetahui mengenai adanya dugaan aparat yang terlibat dalam memfasilitasi non karyawan untuk keluar masuk dari area pendulangan dan, ia memastikan akan menindak tegas apabila diketahui ada anggotanya yang melakukan hal tersebut.

“Kita akan usut dan apabila itu anggota kita maka akan kita lakukan pertanggungjawaban, kalau anggota lain ada pimpinannya,” terangnya.

Penulis : Rina

Editor : Linda B Langi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.