Dukung Pemerintah, Freeport Bantu Pemeriksaan COVID-19 di Sekitar Mimika

0
699
Manajemen PT Freeport Indonesia mendukung pemerintah melalui upaya mitigasi mempercepat penanganan Corona Virus Disease (COVID-19).
Riza Pratama-VP Corcom PTFI (tengah), Reynold Ubra, Plt, Kadinkes Mimika (kanan) dan Kerry Yarangga-Manager External Corcom PTFI (kiri)

TIMIKA, TimeX

 Manajemen PT Freeport Indonesia mendukung pemerintah melalui upaya mitigasi mempercepat penanganan Corona Virus Disease (COVID-19).

Yaitu memperkuat sistem perlindungan kesehatan, perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar  di dunia ini telah menambah kapasitas pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) di laboratorium Klinik Kuala Kencana.

Dengan mulai beroperasinya PCR untuk memeriksa sampel spesimen swab tenggorokan dan hidung pasien terduga terpapar COVID-19, Freeport juga membuka peluang bagi sejumlah kabupaten tetangga di sekitar Mimika, untuk memeriksakan spesimen swab pasien terindikasi terinfeksi COVID-19.

“Peralatan pemeriksaan PCR di Klinik Kuala Kencana dalam beberapa hari terakhir sudah dioperasikan, bahkan  sudah memeriksa sampel spesimen swab pasien dirujukan dari RSUD Mimika,” ungkap Kerry Yarangga, Manajer External Corporate Communication (corcom) PT Freeport Indonesia kepada Timika eXpress, Jumat (22/5).

Kerry menambahkan, pada Jumat kemarin, lab PCR Klinik Kuala Kencana sudah menerima lebih 70 sampel rujukan dari RSUD Mimika untuk diperiksa secara real time dalam menegakan diagnosa COVID-19.

“Kami layani sampel rujukan dari semua fasilitas kesehatan. Bahkan kami juga sudah siap menerima pengiriman sampel swab pasien terduga terpapar COVID-19 dari kabupaten tetangga sekitar Mimika. Tentunya tetap mengikuti protokol penanganan pemeriksaan Satgas COVID-19 pemerintah, sekaligus mendukungan upaya mitigasi penanganan corona virus di Papua,” paparnya.

Lanjut Kerry, fasilitas laboratorium PCR Klinik Kuala Kencana telah mengantongi izin prinsip dan sejumlah persyaratan dari Kemenkes untuk pemeriksaan kasus COVID-19 di Provinsi Papua.

Dengan diperasikannya PCR di Klinik Kuala Kencana, telah mendukung efisiensi waktu dan hasil pemeriksaan lebih cepat.

Karena sebelumnya sampel spesimen swab tenggorokan dan hidung pasien terduga terpapar COVID-19 dari sejumlah rumah sakit di Mimika harus dirujuk ke Jayapura untuk diperiksa pada Laboratorium Balitbangkes Provinsi Papua, dengan waktu tunggu hasil pemeriksaan bisa sampai sepekan.

Dari lama waktu tunggu karena Laboratorium Balitbangkes Provinsi Papua di Jayapura juga menerima sampel spesimen swab tenggorokan dan hidung pasien terduga terpapar Covid-19 dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Papua.

Sementara itu, Reynold Ubra, Juru Bicara Tim Gugus Tugas COVID-19 membenarkan pihak rumah sakit rujukan COVID-19 RSUD Mimika telah mengirim sebanyak 76 sampel spesimen swab untuk diperiksa di lab PCR Klinik Kuala Kencana.

RSUD Mimika sendiri kini tengah menyiapkan alat pemeriksaan PCR untuk menegakan diagnosa COVID-19, dimana peralatan tersebut dipastikan sudah dioperasikan pada pekan depan.

Selain menyiapkan peralatan PCR, RSUD Mimika juga akan mengoperasikan mesin tes cepat molekular (TCM) untuk pemeriksaan kasus COVID-19.

“Kalau peralatan PCR kita ready bisa periksa spesimen swab lebih 90. Sedangkan TCM di RSUD Mimika sehari bisa 12 sampel terperiksa. Dengan demikian, penemuan kasus, pemeriksaan, diagnosa akan semakin lebih cepat termasuk efisiensi waktu tunggu,” jelas Reynold.

Freeport Perketat Protokol 

Selain itu, guna memastikan pasien terpapar COVID-19 ditangani secara maksimal sesuai ketentuan protokol kesehatan, dan menekan angka kematian ditengah pandemi virus corona, managemen Freeport memperketat protokol kesehatan dengan  terus memperkuat sistem perlindungan kesehatan, yaitu  dengan meningkatkan jumlah rapid test, menambah jumlah tenaga medis, serta memperbanyak jumlah akomodasi isolasi.

Dalam rangka menjaga keselamatan dan kesehatan lebih dari 25.000 karyawan dan kontraktornya, penyedia layanan medis PTFI telah dan terus memperluas jangkauan pemeriksaan agar dapat mengidentifikasi kasus positif secara lebih cepat dan melakukan tracing guna menahan laju penyebaran virus.

Dari konfirmasi sebelumnya, Freeport juga telah menyediakan sekitar 50.000 alat rapid test, untuk mempercepat deteksi dan mengisolasi para pekerja yang terinfeksi, memberikan perawatan medis yang diperlukan, dan mengambil langkah mitigasi secara tepat dna cepat pula.

“Peningkatan kapasitas pemeriksaan ini merupakan tambahan dari berbagai upaya mitigasi yang telah dilakukan sebelumnya, seperti pemeriksaan suhu tubuh karyawan, penerapan jarak fisik, pembatasan perjalanan, peningkatan upaya sanitasi, serta larangan pertemuan dalam jumlah besar,” jelas Riza Pratama dalam rilis yang diterima Timika eXpress beberapa waktu lalu.

adapun kesehatan dan keselamatan seluruh karyawan adalah prioritas utama PTFI.

“Kami bersyukur, penanganan para pasien COVID-19 menunjukkan hasil yang baik, dengan semakin banyaknya karyawan yang sembuh,sebagaimana data Satgas Provinsi Papua hingga Jumat kemarin kumulatif jumlah pasien sembuh sudah 49 orang. Dari total 115 pasien positif COVID-19 yang sementara menjalani perawatan dengan gejala klinis ringan.

Penulis/Editor: Maurits Sdp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.