Jelang Lebaran, Harga Daging Normal

0
195
FOTO: Linda B Langi NORMAL - Muhammad Ilham, pedagang daging sapi dan ayam beku di Pasar Sentral. Hingga kini harga daging masih terbilang normal, meski permintaan mulai meningkat, Kamis (21/5).

MIKA,TimeX

Harga daging menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah di Pasar Sentral Timika masih normal. Pasalnya daging sapi beku masih berkisar Rp.110 ribu hingga Rp. 115 ribu per kilo gram, sementara tulang sapi Rp.65 ribu. Sedangkan harga daging ayam per kilo gram sekitar Rp35 ribu.

FOTO: Linda B Langi
NORMAL – Muhammad Ilham, pedagang daging sapi dan ayam beku di Pasar Sentral. Hingga kini harga daging masih terbilang normal, meski permintaan mulai meningkat, Kamis (21/5).

BACA JUGA : Jelang Idul Fitri, Pedagang Diingatkan Tidak Jual Makanan Kedaluwarsa

BACA JUGA : Ada Pedagang Pasar Sentral Positif Rapid Test, Empat Security Isolasi Mandiri

Harga ini bertahan sejak beberapa bulan terakhir, bahkan saat pandemi Covid-19 hingga H-2 Lebaran.

Berdasarkan data yang dihimpun Timika eXpress, dari sejumlah pedagang, Kamis (21/5) pada umumnya pedagang mematok harga yang sama, lantaran persediaan daging masih cukup banyak di kalangan pedagang.

Permintaan juga masih terbilang sedikit, sehingga pedagang sepakat tidak menaikkan harga.

“Kalau harga daging sapi beku sejauh ini masih stabil, biasanya harga naik H-1 Lebaran,” ungkap Muhammad Ilham, salah seorang penjual daging kepada Timika eXpress, Kamis (20/5).

Dikatakan, biasanya yang harganya mahal sehari sebelum Lebaran adalah daging sapi segar, yang memag disembeli khusus oleh pengusaha untuk memenuhi pasar, harganya biasanya sekitar Rp. 150 ribu per kilo gram.

“Kalau itu kan kita tidak bisa prediksi tergantung pengusaha yang potong, mau matok harga berapa,” ungkapnya lagi.

Sementara itu Jufri mengatakan, beberapa waktu terakhir permintaan terbilang kurang, khususnya sepanjang pandemi Covid-19 di Mimika. Tetapi dua hari terakhir mulai ramai.
Ia memperkirakan akan terjadi peningkatan penjualan hingga H-1 Lebaran.

Hanya saja ia memastikan tidak akan seramai tahun lalu, mengingat adanya larangan menerima tamu.

“Orang paling beli untuk kebutuhan anggota keluarga saja, jadi pasti belinya juga sedikit,” tambahnya.

Lanjutnya, untuk omzet juga terjadi penurunan yang cukup siginifikan. Jika sehari biasanya mencapai Rp.10 jutaan, saat ini paling tinggi hanya Rp 1 sampai Rp 2 juta sehari.

Penulis/Editor : Linda B Langi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.