Ketua MUI Ajak Umat Tawakal Jalani Salat Idul Fitri di Rumah

0
258
Warga muslim Kabupaten Mimika tidak diperkenankan menggelar open house pada Idul Fitri 1441 Hijriah, Minggu (24/5).
Foto: Dok./TimeX Ustadz Haji Muhammad Amin

TIMIKA,TimeX

Umat Muslim di Kabupaten Mimika diminta bersabar dan tawakal menjalankan Salat Idul Fitri 1441 Hijriyah di rumah masing-masing, sebagi bentuk ketaatan terhadap aturan dan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Foto: Dok./TimeX
Ustadz Haji Muhammad Amin

BACA JUGA : Jelang Idul Fitri, Pedagang Diingatkan Tidak Jual Makanan Kedaluwarsa

BACA JUGA : Media Pencatut Foto Diana Shoping Center akan Dipolisikan

Demikian diungkapkan Ustadz Haji Muhammad Amin, SAg, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mimika saat dihubungi Timika eXpres, Jumat (22/5) terkait dengan dibatalkannya izin salat berjamaah.

Dikatakan Amin, sebenarnya awalnya Pemkab Mimika telah mengizinkan pelaksanaan Salat Ied berjamaah baik di tempat terbuka maupun di masjid dalam rangka menjawab aspirasi dari MUI dan Ormas Islam Mimika lainnya. Namun dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden dan Gubernur Papua serta Fatwa MUI Pusat, maka izin itu dibatalkan mengingat Mimika masuk zona merah dengan angka kasus Covid-19 tertinggi di Papua.

“Karena itu, pemerintah meminta pelaksanaan Salat Ied dilaksanakan di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Umat Muslim diminta patuh dan sabar, kendati sudah selama 3 bulan menjalani phisycal distancing, berdiam di rumah, sambil tidak mengurangi makna meraih kemenangan menjelang nan fitri.

Ia telah memberikan panduan mengenai salat Ied yang bisa dilakukan di rumah dengan keluarga masing-masing.

Ia juga mengajak seluruh warga memetik hikmah di balik pandemi Covid-19, yaitu dengan banyaknya kesempatan untuk menghidupkan amalan rumah tangga, di antara suami, istri dan anak-anak. Terutama bagi orangtua memperdalam ilmu keagamaan dan mengajarkan kepada anak-anak.

Segera Tunaikan Pembayaran Zakat, Infaq dan Sedekah

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI juga meminta umat Muslim untuk segera menunaikan pembayaran zakat fitrah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah ini.
Kata dia, pahala yang didapat umat sangat besar karena menolong sesama di masa sulit pandemi ini

Ia mengatakan, zakat akan sangat berguna bagi para penerima lantaran kondisi sulit di masa pandemi ini.

Adapun zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat Muslim untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Zakat fitrah diberikan berupa 3,5 liter atau 2,5 kilogram beras per orang atau dapat dibayarkan setaranya.

Amin berharap pengumpulan Zakat, Infaq dan Sedekah ini dapat meringankan beban sesama di masa pandemi COVID-19.

Kapolres Imbau Warga Tidak Kesana-kemari

Semnetara itu, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata selaku Kapolres Mimika juga mengimbau Warga Mimika khususnya umat muslim untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing.

“Meskipun dilaksanakan di dalam rumah, namun tidak mengurangi makna itu sendiri,” ujar Kapolres kepada wartawan di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jumat (22/5).

Ia mengatakan pihak kepolisian akan memantau aktivitas masyarakat, dan ia beharap tidak ada lagi aktivitas diatas pukul 14.00WIT dan tidak ada kunjungan kesana-kemari.

Menurutnya, evaluasi Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) yang dilaksanakan dua hari ini sudah sangat efektif, dengan dilanjutkan keimbangan dari gugus tugas untuk menjaring sebanyak-banyaknya warga.

Ia juga berpesan masyarakat agar tidak panik karena penambahan kegiatan pemeriksaan adalah bukti tim gugus benar-benar kerja.

“Lebih baik kita tahu sekarang siapa yang terinfeksi dari pada tidak tahu sama sekali. Seperti halnya yang dilakukan oleh Jayapura, kenapa Jayapura meningkat karena mereka betul-betul memeriksa secara massal sehingga terjadi peningkatan signifikan,” terangnya.

Kata dia, bisa jadi daerah lain juga lebih tinggi, hanya saja tidak dilakukan pemeriksaan serupa. Namun di Mimika itu dilakukan sehingga akan diketahui siapa saja dan penanganannya dapat dilakukan dengan cepat sambil melakukan isolasi selama 14 hari sehingga terjadi penurunan.

” PSDD yang kita lakukan, diharapkan betul-betul tidak ada aktivitas masyarakat. Dari pukul 14.00 WIT, semua toko harus tutup sehingga jalanan sepi,” tutupnya.

Penulis : Indri/Rina

Editor : Linda B Langi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.