Anggaran Bantuan Sembako Sisa Rp. 2 Miliar

0
326
Foto: Echie/ TimeX BANTUAN - Eltinus Omaleng, Bupati Mimika, menyerahkan bantuan Sembako kepada warga Kampung Hangaitji, Distrik Mimika Baru, Jumat (8/5).

TIMIKA,TimeX

Pemda Mimika mengalokasikan anggaran mencapai Rp.37 miliar khusus untuk bantuan Sembako bagi masyarakat di masa pandemi virus corona. Dari jumlah tersebut yang tersisa tinggal Rp. 2 miliar.

Foto: Dok./ TimeX
BANTUAN – Eltinus Omaleng, Bupati Mimika, menyerahkan bantuan Sembako kepada warga Kampung Hangaitji, Distrik Mimika Baru, Jumat (8/5).

BACA JUGA : Ada PNS yang Ikut Menerima Bantuan Sembako

BACA JUGA : Terkendala Tenaga Teknis, Alat PCR RSUD Belum Dioperasikan

BACA JUGA : 18 Kasus Baru Terjaring Saat PSDD, 270 Spesimen Masih dalam Pemeriksaan

Penyaluran bantuan sembako selama ini sudah menyasar 18 distrik dengan jumlah penerima mencapai 235.000 jiwa.

Sisa Rp. 2 miliar tersebut pasalnya akan dimanfaatkan untuk membantu warga yang belum terkafer sepanjang penyaluran bantuan tahap satu.

Hal ini diungkapkan Ir. Syahrial Kepala Dinas Ketahanan Pangan saat ditemui di Hotel Grand Mozza, Selasa (2/6).

Namun lanjutnya, jumlah penerima untuk tahap dua yakni yang belum terkafer sebelumnya belum diketahui karena sedang diproses.

“Kita belum dapat angka pasti penerima bantuan kedua. Ini khusus di 16 kelurahan dalam Kota Timika karena penduduknya paling besar, ada data-data susulan, kalau distrik sampai sekarang tidak ada sepertinya,” ungkapnya.

Sementara itu untuk mencukupi kekurangan telur saat pendistribusian sembako terus dilakukan.

“Dalam waktu satu minggu ini sudah dikirim ke beberapa kelurahan yakni
1.800 rak ini ke Otomona, 600 Kwamki Narama, 1.200 Kamorojaya, 4.200 rak ke 4 kelurahan,” jelasnya.

Sedangkan Sabtu lalu di Timika Indah juga ada tambahan 1.800 rak dan 2 kelurahan lain masing-masing 1.800 rak.

Lanjutnya, setiap tiga hari sekali pihaknya mendistribusikan kekurangan yang dialami warga.

“Hampir 50 persen yang belum kita penuhi, tapi tiga hari sekali kita penuhi terus dengan pengawasan APIT,” katanya.

Ini juga tergantung produksi telur, di mana perharinya diterima 1.200 rak, sehingga per tiga hari baru dikirim hingga selesai, dan diharapkan minggu ini selesai atau 10 hari kedepan.

“Kalau kita ikuti situasinya masih kurang tapi kita upayakan harus maksimalkan juga dengan kemampuan keuangan daerah. Anggaran kita kan terbatas, jadi kalau penambahan lagi agak berat karena kondisi keuangan daerah kita saat ini,” kata Syahrial.

Karenanya masyarakat perlu memaksimalkan kondisi pandemi ini secara baik dengan peluang-peluang ekonomi tetap buka seperti biasa meski tidak maksimal karena adanya PSDD ini.

penulis : Echie Mnsen

Editor : Linda B Langi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.