Dewan Ajak Masyarakat Manfaatkan PT di Papua

0
34
Foto: Indriyani/TimeX BERBINCANG - SuasanA saat Densemina Yunita Wabradon, Ketua STKIP Hermon Mimika berbincang dengan Elminus B Mom, Ketua Komisi C DPRD Mimika, Selasa (23/6).

TIMIKA,TimeX

Elminus B Mom, Ketua Komisi C DPRD Mimika mengajak masyarakat Mimika supaya tidak menyekolahkan anak-anaknya di luar Papua melainkan dapat manfatkan Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Tanah Papua.

Foto: Indriyani/TimeX
BERBINCANG – SuasanA saat Densemina Yunita Wabradon, Ketua STKIP Hermon Mimika berbincang dengan Elminus B Mom, Ketua Komisi C DPRD Mimika, Selasa (23/6).

BACA JUGA : Disperindag Banyak Temukan Minuman Kaleng Kadaluarsa

BACA JUGA : Orangtua Keluhkan Sekolah Favorit Jarang Terima Anak OAP

Untuk itu, ia minta kepada YPMAK dan Pemkab Mimika untuk tidak membiayai lagi anak-anak putra daerah guna melanjutkan studi di luar Papua melainkan mengarahkan mereka lanjutkan pendidikan di Papua saja.

“Perguruan Tinggi di Papua ini tidak kalah saing dengan Perguruan Tinggi se Jawa Bali, daripada buang-buang biaya besar, mending kuliahkan anak-anak di sini saja. Mata kuliahnya juga sama saja,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (23/6).

“Banyak anak-anak kita yang kuliah di luar sana datang bukan bawa ijazah tetapi pulang sudah jadi mayat. Ada beberapa yang begitu, bahkan ada juga yang terpaksa berhenti kuliah karena hamil. Ini karena fungsi kontrol orangtua tidak ada, tapi kalau kuliah di Papua khususnya di Mimika dekat dalam pengawasan orangtua,” tambahnya.

BACA JUGA : Kapolda Silaturahmi Bersama Tokoh Masyarakat

Ia menyebutkan di Mimika telah ada lima Perguruan Tinggi, seperti STKIP Hermon, STIE Jambatan Bulan, Universitas Timika, STKIP Terang Bangsa dan Politeknik Amamapare.

Kesempatan itu, Densemina Yunita Wabradon, Ketua STKIP Hermon Mimika menjelaskan, tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengajar di STKIP sudah sangat baik, kualifikasi pendidikan dosen ada yang telah S2 bahkan S3 sehingga kualitas STKIP Hermon tidak diragukan lagi.

“Cuma yang kami minta bagaimana perhatian pemerintah, proteksi DPR terhadap Pendidikan Tinggi yang ada di tanah Amungsa ini. Kami kalah saing di situ. Nah, peran pemerintah ada di situ, kenapa? Karena alasan akreditasi sehingga orang memilih keluar, mungkin karena orang melihat bahwa akreditasi kurang baik, tetapi saya katakan ini bukan ukuran,” jelasnya usai saat tatap muka dengan Ketua Komisi C.

Menurutnya, paling penting adalah bagaimana membangun peran dalam kerja sama antara stakeholder memajukan dunia pendidikan tinggi di Timika.

“Untuk mengembangkan pendidikan di Mimika, harus ada peran serta dari Pemkab dalam memproteksi pendidikan tinggi swasta. Karena kalau kita berjalan sendirikan tidak mungkin, misalnya dia harus membiayai tenaga dosen dan sarana prasarana, padahal anak-anak ini juga anak Mimika. Masa yayasan sendiri yang harus membiayai, terus peran Pemkab apa sih, itu yang kami minta adanya perhatian,” katanya.

Ia menambahkan atas dasar ini maka dirinya datangi DPRD guna memasukan permohonan audiensi untuk menyampaikan tujuan.

“Kita ingin menyampaikan kepada Pemkab bahwa ada kami, ada perguruan tinggi di Mimika dan kedua, kami ingin menyampaikan permasalahan pendidikan yang kami hadapi ini, dimasa pandemi Covid-19 ini, dampaknya yaitu banyak mahasiswa yang putus kuliah,” jelasnya.

Sebelum mengajukan audiensi dengan DPR, pihaknya telah bertemu terlebih dahulu dengan Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika.

“Memang pemerintah sudah melihat tetapi belum dekat. Ada kata pepatah tidak kenal maka tak sayang, kita ingin bahwa mari kita bersinergi membangun pendidikan di tanah Amungsa ini, agar bisa menjadi pusat studi yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis : Indriyani

Editor : Antonius Djuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.