Dugaan Penyalahgunaan Dana BOK Puskesmas Wania Ditaksir Rp450 Juta

0
58
Penyidik Satreskrim Polres Mimika memperkirakan kerugian negara yang ditimbulkan atas dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada Puskesmas Wania, Distrik Wania, mencapai Rp 450 juta.
Foto : Rina/TimeX Ipda Lexi Mediyanto

Penyidik Polres dan APIP Akan Gelar Perkara

                                                 TIMIKA, TimeX

Penyidik Satreskrim Polres Mimika memperkirakan kerugian negara yang ditimbulkan atas dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada Puskesmas Wania, Distrik Wania, mencapai Rp 450 juta.
Foto : Rina/TimeX
Ipda Lexi Mediyanto

Penyidik Satreskrim Polres Mimika memperkirakan kerugian negara yang ditimbulkan atas dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada Puskesmas Wania, Distrik Wania, mencapai Rp 450 juta.

BACA JUGA : 3.167 Spesimen Diperiksa, 2.800 Negatif Covid-19

Dugaan ini berdasarkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan, termasuk keterangan beberapa pihak dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan kepolisian setempat yang masih berlangsung.

BACA JUGA : Tim Covid-19 Mimika Rapid Test Massal di Delapan THM

Dan untuk menegakan apakah dugaan kasus ini masuk ranah Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atau merupakan praktik Pungutan Liar (Pungli), maka penyidik Polres Mimika mengagendakan gelar perkara  bersama APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) dalam hal ini Inpektorat Mimika.

“Gelar perkara kali ini merupakan tindaklanjut dari sebelumnya, dan ini masih kami koordinasikan dengan APIP. Kalau menjurus ke Tipikor, kami akan koordinasi lanjut dengan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Papua, untuk audit sekaligus memastikan ada atau tidaknya kerugian negara”.

Demikian dijelaskan Kasat Reskrim Polres Mimika melalui Ipda Lexi Mediyanto selaku Kanit III Tipidkor Polres Mimika kepada Timika eXpress di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Selasa (23/6).

Untuk diketahui, kasus dugaan penyalahgunaan dana BOK tahun anggaran 2019 pada Puskesmas Wania ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) non fisik.

Termasuk dana Jaminan Kesehatan Nasional  (JKN) dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 yang diperuntukan layanan BPJS Kesehatan.

“Baik dari alokasi BOK dan DAK JKN ditaksir kerugian negara kurang lebih Rp 450 juta,” ungkap Lexi.

Penulis : Rina

Editor  : Maurits

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.