Enam Bulan Telantarkan Anak dan Isteri, IMS Dipolisikan

0
60
Seorang ibu rumah tangga (IRT) terpaksa mempolisikan suami, yang diketahui berinisial IMS dan bekerja sebagai security di salah satu perusahaan besar di Timika, lantaran enam bulan terakhir menelantarkan anak dan siterinya.
Foto: Ist/TimeX MELAPOR-SWP saat melapor ke Kantor Pelayanan Polres Mimika didampingi penasehat hukum.

TIMIKA, TimeX

Seorang ibu rumah tangga (IRT) terpaksa mempolisikan suami, yang diketahui berinisial IMS dan bekerja sebagai security di salah satu perusahaan besar di Timika, lantaran enam bulan terakhir menelantarkan anak dan siterinya.
Foto: Ist/TimeX
MELAPOR-SWP saat melapor ke Kantor Pelayanan Polres Mimika didampingi penasehat hukum.

Seorang ibu rumah tangga (IRT) terpaksa mempolisikan suami, yang diketahui berinisial IMS dan bekerja sebagai security di salah satu perusahaan besar di Timika, lantaran enam bulan terakhir menelantarkan anak dan isterinya.

BACA JUGA : Dugaan Penyalahgunaan Dana BOK Puskesmas Wania Ditaksir Rp450 Juta

BACA JUGA : Kapolda Silaturahmi Bersama Tokoh Masyarakat

Selasa (23/6) tadi malam, IRT dengan inisial SWP tersebut mendatangi Kantor Pelayanan Polres Mimika dengan laporan pengaduan, sejak Desember 2019 hingga Juni 2020 sang suami (IMS) telah menelantarkan dirinya dan anaknya.

Samuel Takndare dan Andi Syafri selaku Penasehat Hukum pelapor SWP saat menghubungi Timika eXpress, tadi malam mengatakan, pihaknya mendampingi SWP melapor ke Kantor Pelayanan Polres Mimika pada tanggal 19 Juni lalu terkait penelantaran anak dan istri.

“Sebelum melaporkan masalah ini ke polisi, SWP sudah mencoba untuk berkomunikasi secara baik-baik namun suaminya tidak memiliki rasa tanggung jawab dan klien memilih melaporkannya,” ujarnya.

Untuk membantu kebutuhan mereka, kata Samuel, kliennya membantu mamanya berjualan di Jalan Hasanuddin.

BACA JUGA : Orangtua Keluhkan Sekolah Favorit Jarang Terima Anak OAP

“Jadi, pernikahan mereka sudah cukup lama dan mereka telah dikarunia dua orang anak. Dimana, anak pertama mereka berusia enam tahun bersama keluarga suaminya sedangkan anak kedua yang berusia satu tahun lebih bersama SWP,” ujarnya.

Lebih lanjut, SWP juga pernah melaporkan suaminya ke polisi terkait kasus perselingkuhan dan kemudian dicabut dengan maksud dapat menyelesaikan masalah ini secara baik-baik.

“Akan tetapi, sang suami justru menelantarkan dan tidak menafkahi anak dan isterinya sejak Desember tahun lalu sampai sekarang. Dalam kasus penelantaran ini, IMS dikenakan Pasal 9 UU Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU Penghapusan KDRT,” pungkasnya.

BACA JUGA : 3.167 Spesimen Diperiksa, 2.800 Negatif Covid-19

Penulis : Rina

Editor  : Linda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.