Gereja Kembali Dibuka, Petugas GKI Wajib Ikut Rapid Test

0
35
Foto: Echie Mnsen/TimeX GEREJA - GKI Jemaat Pniel Jalan Baru berdiri kokoh di samping Jalan C Heatubun, Selasa (23/6).

TIMIKA,TimeX

Aktivitas gereja dalam pelayanan ibadah bersama kembali dibuka, menyusul diberlakukan adaptasi hidup baru, berdasarkan kesepakatan Bupati Mimika bersama Forkompinda baru-baru ini.

Foto: Echie Mnsen/TimeX
GEREJA – GKI Jemaat Pniel Jalan Baru berdiri kokoh di samping Jalan C Heatubun, Selasa (23/6).

BACA JUGA : GKI Klasis Mimika Belum Terapkan Ibadah Bersama

BACA JUGA :  Di Hari Kartini, Persit Kodim 1710 Mimika Bagikan Bingkisan untuk Tim Medis

Menindaklanjuti kesepakatan ini, Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Klasis Mimika kembali membuka pelayanan peribadatan bersama. Namun semua petugas gereja yang akan melayani baik Pendeta, Majelis Jemaat serta pengurus Gereja di masing-masing jemaat wajib mengikuti rapid test untuk pastikan bebas Covid-19.

BACA JUGA : Orangtua Keluhkan Sekolah Favorit Jarang Terima Anak OAP

“Jemaat yang akan kembali menggelar ibadah, pertama majelisnya harus melakukan rapid test. Sesuai dengan himbauan klasis bahwa majelis yang bertugas dan mau melayani jemaat dipastikan sehat jasmani,” ujar Pdt. Lewi Sawor, S.Th, Ketua Klasis GKI Mimika saat dihubungi via telepon, Selasa (23/6).

Ia menjelaskan rapid test ini wajib diikuti semua jemaat baik yang berada di wilayah Kota Timika. Sedangkan di wilayah pesisir misalnya Kokonao, Uta, Kapiraya dan jemaat pinggiran yang dikategorikan zona hijau tetap melaksanakan ibadah seperti biasa.

BACA JUGA : Dewan Ajak Masyarakat Manfaatkan PT di Papua

Khusus untuk Jemaat GKI Pniel Jalan Baru dijadwalkan akan berlangsung Sabtu mendatang.

“Karena hari Minggu pelayanan kembali dibuka sehingga telah diusulkan oleh Ketua Jemaat setempat agar 140 majelis dan 10 pekerja Gereja di rapid test dan sudah diusulkan ke Dinkes untuk dilakukan Sabtu. Sementara jemaat lainnya sudah diusulkan oleh klasis, jika sudah di ACC maka akan rapid test pada Jumat dan Sabtu,” jelasnya.

Selama masa adaptasi new normal ini ujarnya, jadwal ibadah juga berubah. Jadi tidak semua sama. Ibadah disesuaikan dengan jumlah KK yang ada di jemaat seperti GKI Marthen Luther ada 23 Wik pasti sulit sekali diatur.

“Contoh di Pniel besok 28 Juni akan dilaksanakan ibadah lima kali. Jadi mulai pagi jam 09.00, 13.00, 16.00 dan 19.00 malam, yang jadwal dibuat internal, bahwa yang ibadah misalnya wik satu dan wik dua, ada yang mungkin lebih dari itu, tapi yang paling banyak durasi waktunya dihitung lima kali,” jelasnya.

Pengaturan jadwal ibadah ini karena disesuaikan dengan luas ruangan dalam penerapan menjaga physical distancing.

Jemaat GKI Pniel ini selama ini tidak online, padahal tim media paling lengkap ada di Pniel.

Ia mengatakan membuka kembali pelayanan di gereja, hal itu sebagaimana telah disetujui BP AM Sinode GKI di Tanah Papua, bahwa Papua mulai 21 Juni kembali melaksanakan peribadatan namun tetap mengikuti protokol kesehatan.

Pemberitahuan itu bukan berarti semua dibuat serempak satu kali, tetapi 21 ke atas sudah mulai running semua ibadah.

“Kita di dalam kota tidak serta merta, tapi juga ada yang di awal bulan Juli baru mulai ibadah. Yang lakukan adalah daerah mereka yang sudah siap baik fasilitas cuci tangan, physical distancing dan lainnya misalnya Gereja Ebenhaezer, Syaloom Amungsa dan beberapa jemaat lain,” jelasnya.

Penerapan ibadah bersama ini ujarnya, secara bertahap. Pada prinsipnya jemaat tetap mengikuti protokol kesehatan. Dan diharapkan jemaat yang berada di kota dengan kategori zona merah harus mengikuti protokol kesehatan.

Ia mengatakan selama ini jemaat melakukan ibadah live streaming yakni Jemaat Ebenhaezer, Syaloom Amungsa dan lainnya. Sedangkan GKI Pniel tidak.

“Alasan mendasar tidak dilakukan live streaming adalah benar-benar diberikan kebebasan dan momen ini dimanfaatkan agar tidak boleh ada yang keluar dan semua harus punya waktu dengan keluarga. Sebab momen ini suatu waktu akan hilang, orang akan merindukan waktu itu. Itu cara pandang pendetanya,” jelasnya.

GKI Klasis Mimika sebanyak 25.823 jiwa, tersebar di 33 jemaat dan dua bakal jemaat.

Penulis : Echie Mnsen

Editor : Antonius Djuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.