Orangtua Keluhkan Sekolah Favorit Jarang Terima Anak OAP

0
68
Foto: Indriyani/TimeX Julian Solossa

TIMIKA,TimeX

Julian Salossa, Anggota DPRD Mimika mengutarakan ada orangtua murid mengeluhkan selama ini banyak sekolah favorit negeri jarang sekali menerima anak-anak dari Orang Asli Papua (OAP).

Foto: Indriyani/TimeX
Julian Solossa

BACA JUGA : Sembilan Parpol Diminta Lengkapi Berkas

BACA JUGA : Perpustakaan Hanya Layani Peminjaman dan Pengembalian Buku

Ia minta sekolah harus lebih fleksibel dalam penerimaan siswa baru terlebih khusus bagi sekolah-sekokah favorit. Sekolah tidak boleh otoriter.

Hal ini Julian Salosa sampaikan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/6).

BACA JUGA : 3.167 Spesimen Diperiksa, 2.800 Negatif Covid-19

Julian menyayangkan bagi sekolah-sekolah negeri selama ini tidak ada keberpihakan terhadap anak OAP menjadi sorotan dari Komisi C yang membidangi pendidikan.

BACA JUGA : Dugaan Penyalahgunaan Dana BOK Puskesmas Wania Ditaksir Rp450 Juta

“Untuk itu Komisi C menyoroti hal ini karena banyak orangtua yang mengeluh, bahwa banyak orangtua yang mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah favorit di Mimika seperti SMA Negeri 1 tidak diterima, dengan alasan nilai mereka tidak mencukupi,” katanya.

Kehadiran sekolah-sekolah tersebut tegasnya, untuk mendidik anak bangsa menjadi cerdas, sehingga tidak boleh ada perbedaan, karena di Mimika ada beberapa sekolah contoh SMA Negeri 1, SMK Negeri 1 dan SMP Negeri 2. Sekolah-sekolah inilah merupakan pilot project bagi para guru.

“Sehingga saya berharap tidak ada perbedaan, mungkin kita prioritaskan anak Amungme dan Kamoro yang utama kita perhatikan, dan juga anak-anak tujuh suku jadi prioritas kedua, kemudian non tujuh suku atau Papua lain. Artinya jangan ada perbedaan, karena banyak orangtua yang mengeluh, banyak anak Papua yang tidak akomodir, tahun lalu itu sampai sekokah di kasih hancur,” paparnya.

Politisi PDI Perjuangan ini tidak mengingkan hal itu terjadi lagi. Untuk itu, tidak ada perbedaan di wilayah itu, karena semuanya adalah anak-anak Indonesia yang memiliki hak yang sama mendapat pendidikan yang layak, namun prioritaskan anak-anak Amungme-Kamoro dan juga anak-anak non Papua lahir besar di Mimika karena mereka sudah termasuk anak-anak putra daerah.

“Biar dia anak dari suku Jawa, tetapi kalau lahir besar di Papua berarti dia anak Papua,” tegasnya.

Perlu diketahui untuk SMAN I Mimika sudah melaksanakan tes masuk. Ada sebanyak 700 calon siswa baru SMA Negeri 1 Mimika tahun ajaran 2020/2021 mengikuti tes masuk secara online dan ofline.

Sulijo, Wakil Kepala Sekolah sekaligus Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru menjelaskan 700 calon siswa ini terdiri dari 550 siswa mengikuti ujian secara ofline dan 150 secara online.

“Sesi tes berbeda, kalau ofline kita mulai pukul 08.09 WIT – 10: 00 WIT, sedangkan online dari pukul 09: 00 WIT,” ujar Sulijo saat ditemui di SMA N I, Senin (15/6) lalu.

Sulijo jelaskan, tes ofline bagi 550 peserta didik baru ini di gedung SMA N I. Dari 700 calon siswa yang mengikuti tes, pihak sekolah hanya akan menerima 300 siswa saja.

“Jika sudah diumumkan nama-nama yang telah lulus seleksi, maka selanjutnya kita akan masuk pada tahap Orientasi Pengenalan Sekolah (Ospek),” katanya.

Peserta yang mengikuti tes ofline tetap menerapkan protokol Covid-19 dengan menjaga jarak, menggunakan masker serta cuci tangan.

“Ini juga kita terapkan bagi para guru dan tentu selama ujian berlangsung peserta wajib menggunakan masker dan mencuci tangan,” pungkasnya.

Penulis : Indriyani

Editor : Antonius Djuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.