Pemkab Atur Protokol Kesehatan di Pelabuhan Poumako

0
39
Pemerintah Kabupaten Mimika mulai mengatur bagaimana penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pelabuhan Poumako di masa adaptasi hidup baru.
Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika

                                                 TIMIKA, TimeX

Pemerintah Kabupaten Mimika mulai mengatur bagaimana penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pelabuhan Poumako di masa adaptasi hidup baru.
Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika

Pemerintah Kabupaten Mimika mulai mengatur bagaimana penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pelabuhan Poumako di masa adaptasi hidup baru.

Johannes Rettob , Wakil Bupati Mimika mengungkapkan,dengan kondisi pelabuhan Poumako yang tidak memadai, pemerintah harus tetap berupaya bagaimana tetap menerapkan protokol kesehatan berkaitan dengan naik turun penumpang dari kapal.

“Begitu turun apa yang dilakukan, mulai dari pemeriksaan surat-surat, dokumen, penyemprotan barang penumpang, cek suhu, itu tetap dilakukan,” ungkapnya di Hotel Horison Ultima Timika, Senin (22/6).

Katanya, untuk teknis pelaksanaannya nanti, saat ini Ia memberikan tanggung jawab baik kepada pihak pelabuhan maupun Pelni untuk mengaturnya dan kemudian dilaporkan kembali.

“Bagaimana melakukannya saya serahkan dulu sama mereka, mereka harus bisa menyiapkan tempat-tempat itu,” tuturnya.

John mengatakan, selama ini yang terjadi ialah semua penumpang yang naik dan turun dari kapal hanya melalui satu tangga dan dimasa adaptasi hidup baru ini harus dirubah. Terlebih dengan kondisi pelabuhan yang tidak memiliki ruang tunggu penumpang.

“Selama ini kan di kapal itu orang baku tabrak. Nah dii era baru ini kita harus disiplin, tidak tabrakan,” katanya.

Ia berharap, pengaturan pelaksanaan protokol kesehatan di Pelabuhan Poumako bisa diatur secara baik oleh semua pihak yang bertanggung jawab.

“Mungkin di pelabuhan bisa buat tempat darurat dulu, seperti gunakan kontainer dan lainnya nanti kita evaluasi,” ungkap John.

Sementara itu Dadang Rukmana, Kepala Pelni Cabang Timika mengatakan hingga kini belum membuka rute pelayaran karena menunggu keputusan Pelni Pusat. Dan akses pelabuhan antar Kabupaten juga belum buka.

Sementara penumpang naik dan turun yang di atur oleh Pemkab Mimika akan di sampaikan ke pusat.

Untuk penerapan social Distancing, di tetapkan 50 persen namun kementrian perhubungan 70 persen.

Meski belum ada pelayaran, antusias masyarakat setiap hari mengecek jadwal cukup banyak ujarnya.

Penulis : Echi

Editor   : Linda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.