Anggaran Ganti Rugi Pelebaran Jalan Dialihkan ke COVID-19

0
39
Foto: Echie Mnsen/TimeX PELEBARAN – Sebuah excavator milik kontraktor sementara melebarkan badan Jalan Cendrawasih depan Rujab Wakil Bupati, Rabu (24/6).

TIMIKA,TimeX

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pertanahan dan Pemukiman Rakyat pada tahun 2020 mengalokasikan Rp15 miliar untuk menyelesaikan pembayaran ganti rugi pelebaran Jalan Cenderawasih kepada pemilik lahan. Namun alasan karena pandemi Covid-19, maka dialihkan untuk refocusing meski tidak semua digunakan.

Foto: Echie Mnsen/TimeX
PELEBARAN – Sebuah excavator milik kontraktor sementara melebarkan badan Jalan Cendrawasih depan Rujab Wakil Bupati, Rabu (24/6).

BACA JUGA : Pengerjaan Jalan Cenderawasih Dianggarkan Rp200 Miliar Lebih

Hal ini disampaikan Nikolaas E. Kuahaty, Plt. Kepala Dinas Pertanahan dan Pemukiman Rakyat Mimika di Grand Mozza, Kamis (25/6).

Ia mengatakan mekipun begitu pengerjaan tetap berjalan.

“Kita akan panggil mereka yang kerjakan. Tapi bukan berarti tidak bisa, tetap kan nanti sambil jalan mereka yang kerjakan itu kita akan panggil,” katanya.

Terpisah, Bonifasius Saleo, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika mengakui bahwa sejumlah ruas jalan yang tidak dikerjakan sehingga dilewati karena masih terkendala masalah pembebasan tanah.

“Jadi itu masalah tanah masih belum diselesaikan oleh Bagian Pertanahan. Jadi kalau ada yang bermasalah kita lewati dulu, padahal lambat juga kan pasti dibayar,” ujar Saleo saat ditemui di ruang kerjnay, Rabu (24/6).

Bonifasius juga secara pribadi terus berkomunikasi dengan pemilik tanah untuk proses tersebut. Mengingat pandemi Covid-19 menyebabkan dana terserap untuk penanggulan tersebut.

Pengerjaan lanjutan pelebaran Jalan Cendrawasih mulai dari Bundaran Pertigaan SP 2 hingga Check Point Kuala Kencana dianggarkan senilai Rp200 miliar lebih bersumber dari APBD Mimika. Namun tahap awal ini 2020 baru dialokasikan sesuai tawaran PT. Delta Batarajaya senilai Rp86 miliar.

Saat ini sedang berlangsung pekerjaan seperti terlihat mulai depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) SP 2 baru sampai depan Rumah Negara Wakil Bupati. Pengerjaannya bersifat multiyears selama tiga tahun dimulai 2020.

“Pengerjaan depan kediaman Wakil Bupati Jalan Cendrawasih SP 2 hingga check point adalah multiyears, jadi tiga tahun jalan terus. Star dari Bundaran SP 2 sampai ke sana,” jelas Bonifasius.

Bonifasius mengatakan dalam kesepakatan bersama (MoU) dengan PT. Delta Batarajaya disepakati dalam lelang Rp200 miliar lebih dari MoU sebelumnya Rp300 miliar lebih.

Ia menjelaskan panjang jalan seluruhnya dari depan Gereja Tiga Raja hingga check point Kuala Kencana mencapai 13 Km. Sementara dari Bundaran SP 2 hingga Kuala Kencana sekitar 5-6 Km. Dengan pelebaran sisi kanan-kiri 25 meter, masing-masing sisi dengan lebar 12,5 meter dibagi dua jalur.

“Sementara itu untuk proyek multyears tahun ini sedang dilakukan pelelangan. Seperti Jalan Cendrawasih SP 5 dan SP 2, depan Caritas dan jalan masuk Caritas dan depan Sekolah Permata Papua, Mile 32 menuju Gorong Gorong yang sekarang sudah tahap kontrak dengan Bina Marga. Sementara lainnya lagi lelang dan pembuktian,” paparnya.

Penulis : Echie Mnsen

Editor : Antonius Djuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.