Dewan Usulkan Pemberian Insentif kepada Petani

0
15
Foto: Dok./TimeX FOTO BERSAMA – Anggota Komisi B DPRD Mimika foto bersama Yohana Paliling Kepala Distanbun Mimika di ruang lobi Distanbun usai Kunker, Rabu (24/6).

TIMIKA,TimeX

DPRD Mimika mengusulkan agar para petani Orang Asli Papua (OAP) yang masuk dalam kelompk tani harus diberikan insentif berupa uang guna menunjang perekonomian selama pandemi Covid-19.

Foto: Dok./TimeX
FOTO BERSAMA – Anggota Komisi B DPRD Mimika foto bersama Yohana Paliling Kepala Distanbun Mimika di ruang lobi Distanbun usai Kunker, Rabu (24/6).

BACA JUGA : Pengerjaan Jalan Cenderawasih Dianggarkan Rp200 Miliar Lebih

“Kita harapkan para petani ini dapat diberikan insentif berupa uang. Kasihan disaat seperti ini, bantuan itu bisa sedikit membantu merekalah,” ujar Nurman S Karopukaru, Sekretaris Komisi B DPRD Mimika di hadapan Yohana Paliling, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanbun) bersama stafnya dalam Kunjungan Kerja (Kunker), Rabu (24/6).

Kesempatan yang sama Nurman mempertanyakan mengenai suplai sayur mayur serta buah-buahan dari luar Papua, apa tidak mengganggu penjualan sayur petani lokal?

Dengan demikian, Nurman juga meminta agar Distanbun sebagai OPD teknis terkait dapat mengawasi.

Merespons pertanyaan ini, Yohana Paliling menjelaskan sejauh ini selama pandemi Covid-19, Distanbun telah memberikan bantuan insentif berupa pemberian bibit buah dan sayur mayur kepada petani.

“Sesuai peraturan dari kementerian kami dilarang untuk memberikan insentif berupa uang. Jadi kami hanya memberikan berupa bibit saja,” jelas Yohana.

Ia mengatakan di Mimika khususnya sayur mayur dan buah-buhan sudah swasembada, bahkan sesuai data di Mimika sudah ada 60 komoditi sayur mayur.

Di Mimika sebutnya, sesuai data ada sebanyak 259 kelompok tani terdiri dari petani Orang Asli Papua 148, dengan anggota tani berjumlah 2.172 orang.

Sedangkan kelompok tani non OAP sebanyak 109, dengan anggota tani berjumlah 2.677 orang.

“Kami memang swasembada sayur, tetapi kamipun tidak bisa melarang sayuran dari luar masuk Mimika, karena nanti kami dibilang menghambat, karena dari kementerian tidak mengijinkan untuk adanya pembatasan,” ujar Yohana.

Ia menyebutkan komoditi yang biasanya didatangkan dari luar oleh pelaku usaha seperti wortel, kentang dan kol.

“Kita juga sudah mencoba bekerja sama dengan PT Pangan Sari Utama, ini tujuannya agar hasil sayuran petani ini dapat disuplai ke perusahaan agar harganyapun bisa lebih baik lagi ketimbang dibawa ke pasar,” ungkap Yohana.

Penulis : Indriyani

Editor : Antonius Djuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.