Pelni Belum Buka Rute Pelayaran

0
35
Foto: Dok./TimeX Johannes Rettob

TIMIKA,TimeX

Dadang Rukmana, Kepala Pelni Cabang Timika mengatakan hingga kini belum membuka rute pelayaran karena menunggu keputusan Pelni Pusat. Dan akses pelabuhan antar kabupaten juga belum buka.

Foto: Dok./TimeX
Johannes Rettob

BACA JUGA : Anggaran Ganti Rugi Pelebaran Jalan Dialihkan ke COVID-19

BACA JUGA : Ketua MKKS SMK Tolak Pernyataan Dewan Sekolah Digratiskan

Sementara penumpang naik dan turun yang diatur oleh Pemkab Mimika akan disampaikan ke pusat.

Untuk penerapan social distancing, ditetapkan 50 persen namun Kementerian Perhubungan 70 persen.

BACA JUGA : Tim Covid-19 Diminta Buka Posko Rapid Test di Dua Pintu Masuk

Meski belum ada pelayaran, antusias masyarakat setiap hari mengecek jadwal cukup banyak.
Sementara, Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika mengungkapkan, dengan kondisi Pelabuhan Pomako yang tidak memadai, pemerintah harus tetap berupaya bagaimana tetap menerapkan protokol kesehatan berkaitan dengan naik turun penumpang dari kapal.

“Begitu turun apa yang dilakukan, mulai dari pemeriksaan surat-surat, dokumen, penyemprotan barang penumpang, cek suhu, itu tetap dilakukan,” ungkapnya di Hotel Horison Ultima Timika baru-baru ini.

Menurutnya, untuk teknis pelaksanaannya nanti, saat ini ia memberikan tanggung jawab baik kepada pihak pelabuhan maupun Pelni untuk mengaturnya dan kemudian dilaporkan kembali.

“Bagaimana melakukannya saya serahkan dulu sama mereka, mereka harus bisa menyiapkan tempat-tempat itu,” tuturnya.

John mengatakan, selama ini yang terjadi ialah semua penumpang yang naik dan turun dari kapal hanya melalui satu tangga dan dimasa adaptasi hidup baru ini harus diubah. Terlebih dengan kondisi pelabuhan yang tidak memiliki ruang tunggu penumpang.

“Selama ini kan di kapal itu orang baku tabrak. Nah di era baru ini kita harus disiplin, tidak tabrakan,” katanya.

Ia berharap, pengaturan pelaksanaan protokol kesehatan di Pelabuhan Pomako bisa diatur secara baik oleh semua pihak yang bertanggungjawab.

“Mungkin di pelabuhan bisa buat tempat darurat dulu, seperti gunakan kontainer dan lainnya nanti kita evaluasi,” ungkap John.
(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.