Warga Kampung Noemun Dilanda Kelaparan

0
27
FOTO: IST./TimeX MENGADU - Tampak warga di Kampung Noemun mengeluh mengenai kondisi mereka saat ini, kepada Anggota DPRD Mimika saat berkunjung 23 Juni lalu.

TIMIKA,TimeX

Tidak ada pasokan makanan selama beberapa waktu terakhir, Warga Kampung Noemun, Distrik Jila, dilanda kelaparan.

FOTO: IST./TimeX
MENGADU – Tampak warga di Kampung Noemun mengeluh mengenai kondisi mereka saat ini, kepada Anggota DPRD Mimika saat berkunjung 23 Juni lalu.

BACA JUGA : Sumber Daya Perikanan Harus Beri Manfaat Lebih bagi Masyarakat

Pasalnya selama ini warga setempat hanya mengandalkan pasokan pangan dari Mimika, namun belakangan pasokan tersendat lantaran adanya pembatasan sosial dan pesawat perintis pun tidak beroperasi.

BACA JUGA : Pemkab Mimika Harus Jeli Data Penerima BST

Ancelina Beanal, Anggota Komisi B DPRD Mimika mengatakan meski ada sebagian kecil pedagang yang masih berjualan, harganyapun tidak terjangkau oleh masyarakat, dikarenakan letak geografis distrik yang berada di pegunungan.

BACA JUGA : Usaha Hotel-Restoran Lesu Selama Covid-19, Pemkab Jangan Pilih Kasih Pakai Hotel untuk Kegiatan

“Kami baru saja melakukan kunjungan kerja di Dapil 5, menggunakan helikopter, miris sekali warga di sana, pasokan Sembako menipis dan mereka kelaparan,” ujarnya di Kantor DPRD, Kamis (25/6).

Dikatakan, kunjungan dewan ke Distrik Jila guna menjaring aspirasi, sekaligus ingin melihat secara langsung kondisi warga setempat.

Dari kunjungan bersama sejumlah anggota dewan lainnya, pihaknya menerima aspirasi dari sejumlah warga mengenai kondisi terkini yang terisolir pasca terhentinya penerbangan.

Lanjutnya, dengan terhentinya penerbangan, maka terhenti pula pasokan sembako Timika-Jila.

“Warga di sana mereka minta supaya Pemda bisa segera kirim bantuan, saya harap ini bisa menjadi perhatian serius,” ucapnya.

Disamping tidak adanya bahan makan, tidak ada juga petugas medis, sehingga pelayanan kesehatan ibu dan anak tidak berjalan, ditambah lagi pelayanan pendidikan yang ikut terbengkalai.

“Sejak masalah keamanan, sampai sekarang guru-guru tidak lagi kembali bertugas, untuk itu kami juga datang ke sini (Distrik Jila) untuk memastikan apakah sudah kondusif, jika sudah kita akan meminta dinas terkait untuk menyuruh para guru dan tenaga kesehatan kembali bertugas di sana,” ucap Ancelina.

“Di sana juga listrik sudah sempat masuk, tapi sekarang tidak lagi menyala, padahal itu kebutuhan vital, mereka di sana sudah terbiasa gunakan listrik, sejak tidak ada lagi kehidupan di sana sangat-sangat miris,” katanya.

Menurur Ancelina, tidak hanya Kampung Noemun, Distrik Jila yang terisolir tetapi hampir semua kampung dan distrik yang ada di dataran tinggi mengalami hal yang serupa.

Pada kunjungan dewan 23 Juni lalu diikuti sejumlah anggota dewan dari Dapil 5 menggunakan transportasi helikopter yakni Ancelina Beanal, Aloisius Paerong, Anthon Bukaleng, Sasiel Abugau, Aleks Tsenawatme dan Nathaniel Murib.

Penulis : Indriyani

Editor : Linda B Langi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.