Dinilai Menghina Suku Kamoro, Dua Pemilik Akun Medsos Dipolisikan

0
61
Foto: Rina/TimeX FOTO BERSAMA - Gerri Okuware, Ketua Lemasko dan pemuda Asli Kamoro foto bersama usai melapor di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jumat (26/6).

TIMIKA,TimeX

Sekelompok pemuda asli Suku Kamoro melaporkan dua pemilik akun Facebook ke Kantor Pelayanan Polres Mimika pada Jumat (26/6) siang. Hal ini dikarenakan, postingan keduanya di media sosial dianggap telah mencemarkan nama baik dan menghina suku Kamoro.

Foto: Rina/TimeX
FOTO BERSAMA – Gerri Okuware, Ketua Lemasko dan pemuda Asli Kamoro foto bersama usai melapor di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jumat (26/6).

BACA JUGA : Curi HP di SP 1, Ditangkap Polisi di Pasar Sentral

BACA JUGA : Curi HP di SP 1, Ditangkap Polisi di Pasar Sentral

Amandus Maroro salah satu pemuda Suku Asli Kamoro kepada wartawan di Kantor Pelayanan Polres Mimika mengaku tidak terima dengan postingan yang dilakukan oleh AN dan MG di facebook.

“Kami tidak terima karena membawa dan menghina Suku Kamoro. Dan kami minta agar keduanya bisa mempertanggungjawabkan apa yang dibuat,” kata Amandus.

Leonardus Tumuka menambahkan dalam pelaporan ini pihaknya melaporkan tiga poin yaitu penghinaan, pencemaran nama baik, dan ITE.

“Jadi, mereka ini telah secara terang-terangan melakukan penghinaan terhadap Suku Kamoro. Dan membuat harga diri kami sebagai orang Suku Kamoro diinjak- injak. Ini adalah upaya pembunuhan karakter dan ini juga rasisme,” terangnya.

Menurutnya, selama ini Suku Kamoro sudah terlalu lama diam. Sehingga orang berpikir dengan diamnya Suku Kamoro orang lain bisa berbuat semena-mena. Karena itu pihaknya meminta agar pengaduan dan pelaporan ini dapat ditanggapi dengan serius oleh pihak kepolisian sehingga kedua orang tersebut dapat diproses hukum. Dan hal ini bisa menjadi efek jerah bagi yang lainnya.

Selain itu, dalam pengaduan ini, pihaknya didukung lembaga adat dan seluruh tokoh pemuda. Ia menjelaskan postingan hinaan itu beredar di media sosial sejak Kamis (25/6).

“Jadi, kami mendapatkan screenshot postingan keduanya itu kemarin (Kamis-red) dan kami merasa dirugikan dan harga diri kami diinjak-injak. Untuk itu, kami ingin polisi segera panggil keduanya sehingga masalah ini selesai dan keduanya bisa di proses hukum,” terangnya.
Sementara itu, Eta Takati mewakili perempuan Kamoro merasa kecewa dan tersinggung dengan postingan keduanya. Pasalnya, dirinya yang telah menikah dengan suku lain tidak pernah menyinggung-nyinggung soal suku.

“Mungkin kalau dikatakan bahwa laki-laki Kamoro suka mabuk, suka pukul itu bukan hanya untuk orang Kamoro, tetapi saya pikir semua suku juga begitu. Kalau menyatakan kami orang Kamoro, saya secara pribadi sangat marah dan bertentangan. Karena saya juga mengalami hal yang sama, apabila saya ada masalah, saya tidak pernah membawa-bawa nama suku. Jadi, lebih baik keduanya segera dipanggil untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelasnya.

Sedangkan Gerry Okuware selaku Ketua Lemasko mengutuk keras orang yang telah menghina Suku Kamoro.

“Itukan kalau masalah pribadi silahkan, tetapi kalau namanya bawa satu suku, lalu menghina suku-suku yang lain maka pasti merasa tidak nyaman. Oleh sebab itu, saya kutuk mereka yang melakukan penghinaan di tanah ini supaya dia mendapat ganjaran di tanah ini,” tegasnya.

Selain itu, dirinya meminta pihak kepolisian dalam hal ini Kapolres dan jajarannya supaya yang bersangkutan segera dipanggil dalam kurun waktu 1×24 jam supaya mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.

AKP Waloni selaku Kasat Binmas Mimika mengatakan pihaknya akan memfasilitasi mediasi yang akan dilaksanakan pada Senin (29/6) mendatang.

“Laporan mereka hanya sebatas pengaduan saja. Dan rencananya kami akan memfasilitasi pertemuan mereka di Kantor Pelayanan. Dan apabila masalah ini mengandung unsur pidana maka kami akan serahkan ke Satreskrim Polres Mimika,” terangnya.

Adapun screenshot postingan AN di messenger yang beredar yaitu “Tra tw diri memang kok, org kamoro mah gitu”.

“Tukang mabuk tra mampu, baru dong bkn diri pdhal ini, dong pu tanah sendiri tapi krna otak mati jdi dong yang dapat kasih budak di kota sendiri, makax hnya bisa jualan trus jadi, nelayan sama hnya bisa jual minuman trada skil yang lebih, habis itu dong mabuk balik pukul maitua” adooh orang kamoro eeh”, tulis AN.

Penulis : Rina Hutapea

Editor : Linda B Langi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.