Warga Nawaripi Demo Pertanyakan Pencairan BLT Dana Desa

0
34
Foto: Allo/TimeX DEMO - Warga Kampung Nawaripi saat demo di depan Posko Covid-19, Jumat (26/6).

TIMIKA,TimeX

Sekelompok warga Kampung Nawaripi, Distrik Wania melancarkan aksi demonstrasi pertanyakan pencairan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) untuk Kampung Nawaripi. Aksi demo warga ini hingga membakar ban di jalan dilakukan di Posko Covid-19 Kampung Nawaripi, Jumat (26/6).

Foto: Allo/TimeX
DEMO – Warga Kampung Nawaripi saat demo di depan Posko Covid-19, Jumat (26/6).

BACA JUGA : Penyaluran BLT DD di Kampung Nawaripi Pekan Depan

Kedatangan warga ini disambut oleh Norbertus Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi bersama aparat kampung.

Norbertus Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi mengatakan tujuan dari aksi sekelompok warga itu mempertanyakan dana BLT yang bersumber dari Dana Desa (DD).

BACA JUGA : BNN Rayakan HANI 2020 Secara Virtual Bersama Wapres

Di tempat yang sama, Kompol Sarraju, Kapolsek Mimika Baru ikut mediasi serta mengamankan jalannya aksi para pendemo.

Salah satu perwakilan warga di hadapan kepala kampung dan Kapolsek Mimika Baru mempertanyakan kenapa sampai sekarang belum ada dana BLT. Padahal kampung lain mungkin mereka sudah terima tahap kedua saat ini.

Menurutnya, saat ini warga setempat menganggap dana BLT sudah dicairkan namun tidak ada kejelasan sama sekali.

Menanggapi itu, Norbertus kepada warga menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum dapat mengajukan pencairan dana BLT karena terkendala data kependudukan dari warga setempat.

“Pencairan BLT setelah KTP dan Kartu Keluarga (KK) semua sudah terkumpul baru diajukan. Rencana hari Senin (29/6) sudah kita ajukan untuk pencairan,” jelas Norbertus.

Norbertus juga menegaskan pembagian BLT-DD diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu dan diprioritas bagi yang belum sama sekali menerima bantuan sosial berupa sembilan bahan pokok, program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST).
Kapolsek Mimika Baru, Kompol Sarraju menyatakan, dalam menyelesaikan sebuah permasalahan sebaiknya tidak dengan menggunakan cara anarkis.

“Kedatangan kami karena ada pembakaran ban dan pemalangan jalan. Padahal bisa duduk bersama dan dipertanyakan dengan baik. Namun sampai saat ini situasi kembali kondusif dan tidak ada yang menonjol,” kata Sarraju.

Sementara Siti, Pendamping Dana Desa (DD) Distrik Wania menjelaskan, anggaran yang dicairkan untuk Kampung Nawaripi termasuk dana BLT terhadap 259 kepala keluarga (KK) dicairkan dalam dua tahap, yakni tahap pertama, bulan April, Mei dan Juni, berjumlah lebih dari Rp500 juta. Untuk BLT disalurkan per kepala keluarga (KK) menerima Rp600 ribu.

Untuk tahap kedua terhitung Juli, Agustus dan September per kepala keluarga (KK) menerima Rp300 ribu bukan Rp600 ribu.

Usai mendengar penjelasan dari kepala kampung, warga kemudian kembali dan membersihkan bekas pembakaran ban hingga membuka blokade jalan.

Seperti disaksikan Timika eXpress, demo warga itu diwarnai aksi pembakaran ban bekas serta memblokade jalan di depan Posko Covid-19 Kampung Nawaripi.

Penulis : Allo Lebuan

Editor : Antonius Djuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.