OKIA Ancam Tutup Sentra Pemerintahan

0
47
FOTO: Echie Mnsen/TimeX FOTO BERSAMA - Yohanes Kemong (tengah) selaku pendiri OKIA dan Antonius Titapea (kanan) foto bersama sambil selebrasi mengepakan tangan depan spanduk, Sabtu (27/6).

TIMIKA,TimeX

Yohanes Kemong, pendiri Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) Mimika mengancam melakukan aksi demo menutup aktivitas perkantoran di Sentra Pemerintahan di Keluruhan Kuala Kencana, SP 3.

FOTO: Echie Mnsen/TimeX
FOTO BERSAMA – Yohanes Kemong (tengah) selaku pendiri OKIA dan Antonius Titapea (kanan) foto bersama sambil selebrasi mengepakan tangan depan spanduk, Sabtu (27/6).

BACA JUGA : Komisi A dan Kapolres Bahas Milo, Anak Aibon, Pencurian dan Dana COVID-19

Aksi ini sebagai bentuk protes atas tidak diakomodirnya anak-anak Amungme-Kamoro dari 69 nama peserta yang ikut seleksi masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) beberapa waktu lalu tidak ada satupun anak Amungme-Kamoro yang lolos.

BACA JUGA : Honorer Mengabdi 10 Tahun Harus Diangkat jadi PNS

Menurutnya, OKIA menilai ini sangat menyakitkan karena anak-anak Amungme- Kamoro yang selama ini dibiayai oleh YPMAK tersebar di beberapa sekolah binaan untuk menuntut ilmu, namun tidak ada satupun lolos. OKIA juga akan berupa menggali data berapa jumlah peserta Amungme-Kamoro saat seleksi, harusnya masing-masing daerah memiliki kuota.

“Seluruh Papua itu ada kabupatennya masing-masing. Amungme dan Kamoro hanya memiliki satu kabupaten tunggal, yaitu Mimika. Namanya itu dijuluki oleh dua suku Amungme dan Kamoro sebagai tuan rumah atau pemilik kabupaten ini, kami tidak mungkin pergi kerja di tempat lain, melamar di tempat lain,” jelasnya.

BACA JUGA : Tiga Proyek Bina Marga Dipangkas

Dengan tidak mengakomodir putra-putri Amungme (Aroanop, Waa Banti, Alama dan Otakwa) dan Kamoro membuat kami harus angkat bicara,” kata Yohanes kepada wartawan di Jalan Cenderawasih, Sabtu (27/6).

Ia menegaskan jalan satu-satunya OKIA akan memalang Kantor Pusat Pemerintahan.

“Jalan satu-satunya harus kita palang untuk mempertanyakan alasannya apa anak-anak Amungme dan Kamoro sudah mengikuti persyaratan seleksi untuk melamar menjadi calon IPDN tapi dalam pemberkasan itu anak-anak tidak ada satupun yang lolos. Kami ikuti dari nama yang ada pasti ada orang-orang Papua, tetapi nama-nama itu oknum pejabat-pejabat Mimika punya anak-anak, keluarga yang tercantum, ini membuat sakit hati kita,” paparnya.

Bahkan OKIA juga mempertanyakan Bupati dan Wabup selaku anak asli ‘masa bupati seorang Amungme dan wakil seorang anak Kamoro, calon IPDN tidak ada dari wilayah mereka, baru biayanya itu dibiayai oleh Pemerintah Mimika, ini akan menjadi pertanyaan besar bagi OKIA.

“Masa depan karir birokrat pemerintahan ke depan 50 tahun 60 tahun ke depan akan ditentukan hari ini, tetapi mana lolos saja tidak ada. Kami akan palang pagar pintu masuk pusat pemerintahan,” ancamnya.

Menurutnya, bila perlu batal demi hukum dan coret semua nama yang lolos kemudian baru diakomodir anak-anak dua suku baru proses akan berjalan.

“Karena ini pembiayaan, anggaran kami adalah anggaran dari Mimika, APBD Mimika. Kami punya tunggal, satu dan APBD itu milik orang Amungme dan Kamoro. Kami sampaikan kepada pemerintah bahwa OKIA akan turun di jalan dan akan palang,” katanya.

Sementara Antonius Titarpale, Wakil Ketua OKIA menegaskan IPDN hadir memproteksi orang Papua khusus di daerahnya.

“Kami akan berupaya dengan menyurati DPR Kabupaten Mimika untuk segera mengambil langkah. Kami sekarang ini sedang mencari data dari dinas terkait untuk mengumpulkan siapa-siapa anak-anak kami Amungme dan Kamoro yang sudah mendaftar lalu mereka tidak lulus,” jelasnya.

Antonius menuding proses seleksi diambil dengan memanfaatkan pandemi Covid-19 di mana anak-anak Amungme-Kamoro menahan diri di rumah dan kehilangan informasi. Lalu informasi ini beredar sementara proses ini dikawal oleh semua orang (publik).

Ia juga minta dari pemerintah tidak usah tutup ini proses, ini sedang dikawal publik.

“Negeri ini punya siapa? Negeri ini berjuang ada manusianya, tolong hargai kamilah. Tidak ada pengkaderan ke depan. Contohnya kan Sekda, tidak ada Amungme- Kamoro yang dipersiapkan,” kritiknya.

Ia juga akan menyurati DPRD Mimika untuk minta fasilitasi bertemu dengan pemerintah bertatap muka langsung terkait hal ini.

“Kami mohon supaya bisa diakomodir minimal ada anak Amungme-Kamoro, mau 10 kah, 3 kah atau 2 kah, minimal ada jangan sampai tidak ada sama sekali, itu sebuah penghinaan buat kami. Sehingga menjadi jelas apa penyebab anak-anak ini tidak satupun lolos seleksi berkas,” katanya.

OKIA lanjutnya, mendesak Bupati dan Wakil Bupati segera batalkan nama-nama yang lolos dan akomodir anak-anak Amungme-Kamoro.

“Kalau tidak kami akan tutup kantor Pusat Pemerintahan,” pungkasnya.

Penulis : Echie Mnsen

Editor : Antonius Djuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.