Validasi Data Penerima BLT Butuh Peran RT

0
21
Komisi A DPRD Mimika, siap mendorong penyelesaian tapal batas Kabupaten Mimika, karena hal ini merupakan prgram nasional Kementerian Dalam Negeri untuk tapal batas antar provinsi dan kabupaten di seluruh Indonesia termasuk Papua.
Foto: Indri/TimeX Daud Bunga

TIMIKA,TimeX

Masih banyaknya warga kurang mampu yang tidak terkaver dalam penerimaan berbagai jenis Bantuan Langsung Tunai (BLT), Daud Bunga, Ketua Komisi A DPRD Mimika mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinias Sosial (Dinsos) dalam memvalidasi data masyarakat penerima BLT butuh peran aktif ketua RT agar persoalan ketidakvalidan data selama ini terus menjadi persoalan bisa dipecahkan.

Foto: Indri/TimeX
Daud Bunga

BACA JUGA : Dinas Perikanan Bangun Pasar Ikan Khusus OAP

BACA JUGA : Tiga Proyek Bina Marga Dipangkas

Hal ini Daud sampaikan saat berada di Gedung DPRD usai Kunker di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Senin (29/6).

Ia menyebutkan selain BLT ada enam program yang harus didasari dengan data rill seperti yang dijalankan oleh OPD terkait seperti Dinas Sosial.

Jenis bantuan sosial bagi warga Mimika di tengah pandemi ini diantaranya bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, Bantuan Sosial Tuna (BST) dari Kemensos, BLT dana APBD, sembako PB dan sembako APBD.

Menurutnya, dalam kunjungan kerja (Kunker) Komisi A di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) hari itu, guna ingin mengetahui tentang penggunaan dana Covid-19 yang dikelola oleh DPMK. Serta program-program yang telah dijalankan selama pandemi Covid-19 berlangsung.

“Kami ingin mengecek sudah sejauh mana dijalankan dan apakah sudah berjalan maksimal, dan saat penuturan dari pak Kadis, baru kami tahu dan ternyata memang sudah maksimal,” kata Daud.

Kendala di lapangan dalam penyaluran bantuan sosial oleh Dinas PMK itu adalah transportasi ke wilayah pedalaman. Selain juga data yang kurang valid membuat masih ada keluarga penerima manfaat yang sudah layak tapi masih menerima bantuan, sementara ada keluarga penerima manfaat yang memang layak dibantu namun datanya belum masuk.

Untuk itu, seluruh elemen pemerintah diminta menyatukan tekad untuk mengupayakan data mutakhir dengan terkoordinir secara struktural.

“Memang peran RT untuk memvalidasi data sangat penting karena mereka yang tahu jelas warganya. Untuk itu saya kembali tekankan agar mari satukan tekat validasi data ini, jika kita ingin agar bantuan yang kita berikan bisa tepat sasaran, dan program yang kita buat ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Dalam Kunker ini diikuti Nathaniel Murib, Mariunus Tandiseno, Yustina Timang, Reddy Wijaya, Miller Kogoya dan Thobias Albert Maturbongs.

Penulis : Indriyani

Editor : Antonius Djuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.