Bappeda Jayawijaya Prediksi Kemiskinan Naik 40 persen

0
20
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, memprediksi angka kemiskinan naik hingga 40,48 persen akibat COVID-19.
FOTO: ANTARA/TimeX MENJUAL-Pelaku ekonomi kecil yang menjual bunga chrysanthemum indicum l dan noken di Jayawijaya.

                                                WAMENA,TimeX

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, memprediksi angka kemiskinan naik hingga 40,48 persen akibat COVID-19.
FOTO: ANTARA/TimeX
MENJUAL-Pelaku ekonomi kecil yang menjual bunga chrysanthemum indicum l dan noken di Jayawijaya.

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, memprediksi angka kemiskinan naik hingga 40,48 persen akibat COVID-19.

Kepala Bappeda Jayawijaya Petrus Mahuze di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa, mengatakan peningkatan angka kemiskinan disebabkan karena aktivitas warga pada berbagai sektor terhambat akibat COVID-19.

“Kita targetkan pada tahun 2020 sebenarnya menurun dari tahun 2019. Kita target itu 36,22 persen penduduk miskin, tetapi dengan adanya wabah ini kita prediksi naik di angka 38 sampai 40,48 persen penduduk miskin,” katanya.

Ia mengatakan imbas corona di Jayawijaya mempengaruhi berbagai sektor yaitu pendidikan, perdagangan dan transportasi serta pertanian.

Sebelumnya Bappeda Jayawijaya memprediksi tingkat pengangguran terbuka tahun 2020 di bawah rata-rata yaitu 0,57 persen, namun kini banyak pengangguran setelah sejumlah sektor usaha merumahkan karyawannya.

“Sehingga kita prediksi tingkat pengangguran terbuka akan melonjak kurang lebih 2,57 persen, artinya meningkat dari prediksi hanya 0,57 persen,” katanya.

Dengan melambatnya peredaran uang sejak beberapa bulan terakhir, diprediksi pertumbuhan ekonomi Jayawijaya minus.

“Awalnya kita prediksi sekitar Juni sudah ada di angka tiga koma sekian dari target pertumbuhan ekonomi 2020 itu 8,1 persen. Tetapi kita prediksi sampai dengan Juni berada pada angka 2,18 persen karena kalau dilihat, Provinsi Papua sampai triwulan satu, itu baru di angka 1,8 persen,” katanya.

Inflasi yang diprediksi naik cukup tinggi di Jayawijaya dan daerah pegunungan tengah Papua pada umumnya, dikhawatirkan berdampak terhadap pendapatan per kapita masyarakat.

“Kita tahu sendiri bahwa selam ini pendapatan per kapita masyarakat itu berada di angka empat juta per orang, per keluarga, kita prediksi nanti berada di bawah itu, mungkin di bawah satu koma sekian juta per orang karena aktivitas yang terbatas,” katanya.

Bappeda mengharapkan dengan kebijakan normal baru oleh pemerintah pusat, selain memprioritaskan penanganan kesehatan tetapi juga membuka kegiatan perekonomian, meski terbatas. (ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.