Jembatan Rusak, Aktivitas Warga Tiga RT Terhambat

0
28
Foto: Indry/TimeX ROBOH - Jembatan yang menghubungkan tiga RT di Kelurahan Pasar Sentral roboh akibat hujan deras beberapa hari terakhir. Tampak Reddy Wijaya, Anggota DPRD Mimika bersama warga saat lakukan perbaikan, Selasa (30/6).

TIMIKA,TimeX

Intensitas hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini menyebabkan sebagian wilayah pemukiman warga di Mimika terendam air. Tak hanya itu, satu jembatan di Gang Kelapa Gading, Kelurahan Pasar Sentral juga rusak parah. Akibatnya aktivitas warga setempat terhambat.
Rusaknya jembatan tersebut, berdampak pada setidaknya ada tiga RT yakni RT-12, RT-13 dan RT-17 kesulitan beraktivitas.

Foto: Indry/TimeX
ROBOH – Jembatan yang menghubungkan tiga RT di Kelurahan Pasar Sentral roboh akibat hujan deras beberapa hari terakhir. Tampak Reddy Wijaya, Anggota DPRD Mimika bersama warga saat lakukan perbaikan, Selasa (30/6).

BACA JUGA : Intelektual Kamoro Prihatin Kondisi Kesehatan Mantan Bupati Mimika

Melihat kondisi sulitnya warga beraktivitas, Reddy Wijaya, Anggota DPRD Mimika dari Partai PSI berininsiatif untuk membantu pembangunan jembatan tersebut.

“Jembatan ini dibangun sejak 2009, dan sudah 11 tahun belum pernah ada perbaikan,” ujar Reddy usai mengujungi lokasi jembatan di RT 17, Selasa (30/6).

Hal ini harusnya menjadi perhatian dinas terkait, pasalnya jembatan tersebut menghubungan tiga RT, akibat kerusakan tersebut, akses kendaraan menjadi sulit.

BACA JUGA : Penjual APD dan Buah di Bahu Jalan Ditertibkan

Dikatakan, untuk RT-17 ini, jalannya ada karena swadaya masyarakat setempat dari 2009 dan sampai sekarang belum di upgrade.
Karena itu, ia berharap kalau bisa ada perhatian dari dinas terkait agar jalan dan jembatan ini bisa diperbaiki, karena aktivitas masyarakat melewati jembatan itu sangat banyak apalagi ada beberapa fasilitas umum di dalamnya.

Setelah melakukan peninjauan, Reddy tergerak hatinya untuk membantu menyumbangkan beberapa material untuk penunjang kelancaran pembangunan jembatan, seperti besi, semen, dan pasir cor.

“Belum ada bantuan jadi masyarakat swadaya untuk bangun jembatan itu, jadi tadi ada bantuan, saya bantu secara inisiatif saja,” ucapnya.

Selain itu menurut keterangan Selfius Welafubun, Ketua RT-17 Kelurahan Pasar Sentral, jembatan tersebut belum pernah tersentuh oleh Pemda. Asal mula jembatan itupun berawal dari salah satu perusahaan yang melakukan penggalian di dekat lokasi tersebut untuk memperlancar operasionalnya.

“Selama 11 tahun belum ada pembangunan baik jalan dan jembatan pemerintah yang menyentuh kami, jalan sudah rusak dan sempat kita sudah masukkan di koran, cuma karena tidak ada respon, jadi saya bersama warga inisiatif bongkar dan bangun dengan swadaya karena takut ada yang celaka,”tuturnya

Ia berharap, ada perhatian dari pemerintah untuk membangun jembatan tersebut. Sebab, aktivitas masyarakat menjadi terganggu ditambah dengan adanya beberapa fasilitas umum seperti gereja dan mushola.

Untuk diketahui Gang Kelapa Gading merupakan bagian dari Gang Flora, Jalan Hasanuddin. Di Gang Flora sendiri kondisi jalannya sangat memprihatinkan, meski di dalam gang tersebut ada Puskesmas Pasar Sentral.

Penulis : Indriyani

Editor : Linda B Langi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.