Pegawai Disperindag Sudah Datangi 23 Distributor Sembako

0
21
Foto: Ist./TimeX MEMANTAU - Tim Disperindag Mimika memantau barang di salah satu toko yang memasarkan produk Bapokting dari para distributor baru-baru ini.

TIMIKA,TimeX

Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika telah mendatangi 23 distributor sembako untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan kebutuhan penting (Bapokting) di masa tanggap darurat menuju kehidupan baru.

Foto: Ist./TimeX
MEMANTAU – Tim Disperindag Mimika memantau barang di salah satu toko yang memasarkan produk Bapokting dari para distributor baru-baru ini.

BACA JUGA : Disperindag Mendata Persediaan Bapokting di Distributor-Agen

Inosensius Yoga Pribadi, Sekretaris Disperindag Mimika ketika ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Selasa (30/6) mengatakan, untuk di Kabupaten Mimika ada 23 distributor sembako yakni 12 distributor ada di Distrik Wania dan 11 distributor berada di Distrik Mimika Baru.

Dari sejumlah titik distributor yang disambangi, tampak hanya gula pasir yang masih dikategorikan terbatas, sementara untuk yang lainnya ada.

“Benar, Tim Disperindag melakukan pemantauan di 23 distributor untuk memastikan ketersediaan bahan pokok untuk keperluan pangan masyarakat di Kabupaten Mimika setelah pemerintah kabupaten berlakukan tanggap darurat menuju kehidupan baru. Dalam pemantauan itu hanya gula pasir yang terkendala ketersediaannya. Selainnya ada dan tidak ada masalah,” terang Inosensius.

Selain memastikan ketersediaan Bapokting, pihaknya juga melakukan pengecekan dan pendataan di toko-toko yang memasarkan produk sembako dari para distributor.

“Dalam pendataan kami di toko-toko yang memasarkan produk dari distributor semua toko menjual barang sesuai dengan harga dari distributor tersebut,” ujarnya.

Sementara distribusi kebutuhan pokok dari Pulau Jawa tetap normal meski pandemi Covid-19 melanda Kabupaten Mimika sejak Maret 2020.

“Dalam catatan kami selama pandemi sampai dengan penetapan tanggap darurat menuju kehidupan baru, belum pernah terjadi pembatalan jadwal kapal kargo yang masuk di Mimika,” jelas Inosensius.

Menurutnya, Disperindag selalu diberitahukan kalau setiap kapal barang yang akan masuk di Pelabuhan Pomako dengan jumlah muatan barang kebutuhan pokok masyarakat.

“85 persen kebutuhan bahan pokok kita dipasok dari luar Mimika dan tersisa 15 persen berupa jenis sayur-mayur sudah dihasilkan petani di Mimika,” jelasnya.

Penulia : Allo Lebuan

Editor : Antonius Djuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.