Pemda Siapkan Regulasi Penerapan Protokol Covid-19

0
14

TIMIKA, TimeX

Adaptasi pra new normal menuju new normal dinilai sangat baik perkembangannya. Hal ini disusul adanya laporan dari Dinas Kesehatan bersama Tim Gugus Tugas mengenai angka reproduktif Covid-19 yang sudah menurun. Ini dapat menjadi indikator penerapan new normal akan diberlakukan namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

Foto: Dok./TimeX
Johannes Rettob

BACA JUGA : Danrem Harap Prajurit TNI Ciptakan Kekompakan dengan Polri

Mendukung hal ini Pemerintah Kabupaten Mimika sedang menyiapkan regulasinya.

Demikian disampaikan Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika kepada wartawan di Hotel Grand Mozza, Selasa (30/6).

BACA JUGA : Penggunaan Masker dan Face Shield Harus Menjadi Gaya Hidup

Dari sisi regulasi, kata dia pemerintah terus siapkan meski memang ada beberapa yang belum.

“Saya lagi kejar untuk melakukan petunjuk teknis, pedoman teknis yang nanti dibuat dalam surat edaran, instruksi bahkan sampai pada Perda. Ini yang sementara kami siapkan. Yang lainnya sudah,” tutur Wabup.

Lanjut Wabup, untuk penerapan protokol Covid-19 dari sisi transportasi sudah dilakukan namun pertemuan-pertemuan massal yang melibatkan bayak orang seperti orang meninggal, menikah, pesta dan lainnya ini yang harus diatur, bagaimana sikap kita nanti.

Mungkin saja kata dia, masuk dalam new normal namun relaksasi yang dilakukan misalnya jam operasional tadinya batas pukul 19.00WIT (jam 7 malam) nanti bisa sampai jam 9 atau 10 misalnya dengan protap Covid.

Begitu juga penerbangan keluar masuk penumpang yang sudah dilakukan satu Minggu dua kali per rute bisa dinaikkan jadi 3 kali atau 4 kali.

“Kemarin saya di bandara saya melakukan evaluasi apakah kita sudah mampu untuk melakukan penerbangan tiap hari ternyata belum. Kita coba lagi mundur, apakah bisa tiga kali ternyata bisa namun 4 atau 5 kali belum bisa di lakukan,” bebernya.

Faktor penyebabnya adalah fasilitas juga masyarakat sendiri. Seperti yang diharuskan di Indonesia harus mengisi HAC oleh kantor kesehatan pelabuhan namun ternyata tidak dilakukan.

“Kami juga sudah bicara dengan operator penerbangan dengan KKP agar dilakukan lewat online dan hanya menunjukkan barcode supaya lebih mudah,” tutur Wabup.

Kata dia, pemberlakukan ini di Jayapura bagus, namun dari Makassar rata-rata tidak pernah isi. Sehingga menjadi lama, bahkan menurut Wabup sesuai dengan pantauannya ke bandara, didapati, 60 orang dari Jayapura tidak butuh waktu setengah jam selesai mengisi HAC namun dari Makassar hampir dua jam, orang semua duduk lagi untuk mengisi HAC.
Sehingga pihaknya meminta HAC dibagi saja dalam pesawat dan diisi di atas dan diserahkan ke petugas di bandara.

“Ini cara cara yang nanti kita akan buat, evaluasi terus supaya pelayanan ini cepat dan tepat waktu,” katanya.

Juga ada penambahan tenaga di bandara juga bisa membantu.

Menuju new normal juga, dalam waktu dekat pemerintah akan memasang CCTV yang terhubung dengan Dukcapil. Nantinya orang lewat dan dicek temperaturnya dengan thermogun, melalui sistem tapi mukanya juga terekam. Kalalu itu sudah berhasil maka sangat bagus.

Sedangkan warga Mimika yang hendak masuk dengan rapid test sementara yang bukan warga Mimika harus jelas tujuan kedatangannya dan harus ada penjamin.

Penulis : Echie Mnsen

Editor : Linda B Langi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.