Tomas Kwamki Narama Menolak Kadistrik Baru

0
29
Foto: Indri/TimeX Den Hagabal

TIMIKA,TimeX

Den Hagabal, Anggota DPRD Mimika mengemukakan dalam reses masa sidang II di wilayah Distrik Kwamki Narama menerima aspirasi dari tokoh masyarakat setempat bahwa mereka menolak kehadiran Betes Hence Suebu, Kepala Distrik Kwamki Narama yang baru saat ini. Mereka inginkan yang dilantik menjadi kepala distrik di wilayah itu anak-anak dari Kwamki Narama sendiri jangan dari suku lain.

Foto: Indri/TimeX
Den Hagabal

BACA JUGA : Pengurus YPS D3M2 Minta Audiens dengan DPRD

BACA JUGA : Masyarakat Wania Pertanyakan Air Bersih

Bahkan mereka mengancam akan melukai (panah-red) terhadap kepala distrik. Namun dewan harap warga dapat menerima dan tidak melakukan aksi anarkis.

“Memang setelah kami reses ada tokoh-tokoh masyarakat dari Kwamki Narama, mereka menyampaikan ada banyak anak Kwamki Narama yang berada di pemerintahan, sehingga para tokoh ini menginginkan yang menjadi Kadistrik Kwamki Narama adalah anak asli Kwamki Narama bukan dari suku lain,” jelas Den Hagabal kepada wartawan di Kantor DPRD Mimika, Kamis (23/7).

BACA JUGA : Pengembangan PTS Butuh Dukungan Pemkab

BACA JUGA : Kapolda Kunker ke Kokonao, Waterpauw: Generasi Muda Masih Sekolah Terus Dibimbing

Ia mengatakan aksi mengancam kepala distrik yang baru ini cepat diredam oleh dewan yang kebetulan sedang lakukan reses pada Rabu (23/7).

“Memang kami sampaikan rolling itu semua dari pemerintah, yaitu bupati. Itu hal prerogatif bupati, dimana ia ingin menempatkan siapa saja yang dapat menduduki posisi Kadistrik,” jelas Den.

BACA JUGA : Harga Bumbu Dapur Mulai Turun

Ia berharap kejadian ini tidak terjadi di distrik lain, karena siapapun yang telah diangkat oleh kepala daerah sudah melalui pertimbangan sesuai pangkat dan golongan.

“Saya sempat kasih tau mereka, kalau memang tidak terima bisa langsung ketemu bupati sampaikan hal ini, jangan buat hal yang nantinya merugikan orang banyak,” katanya.

Den mengharapkan hal ini harus segera diselesaikan sehingga kadistrik baru bisa secepatnya bertugas di Kwamki Narama.

“Mungkin bupati bisa utus beberapa orang kah turun ke Kwamki Narama berikan pemahaman kepada warga, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tentu diharapkan hal seperti ini tidak terjadi ke distrik lagi, karena warga yang masih sangat awam,” paparnya.

Ia tekankan agar dibalik ini tidak ada oknum yang mengambil kesempatan.
Sementara Ianus Yolemal, tokoh masyarakat Kwami Narama mengatakan tidak terima apabila pergantian kadistrik bukan putra-putri Kwamki Narama.

Menurutnya selama lima kali terjadi rolling Kadistrik Kwamki Narama namun tidak ada hal-hal yang kadistrik sebelumnya lakukan baik pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat.

“Sudah lima kali ganti kadistrik tapi sama saja,” keluhnya.

Ia menjelaskan saat ini banyak anak Amungme yang sudah menjadi ASN dan sudah bisa menduduki jabatan kadistrik, dan merekalah yang harus ditempatkan di Kwamki Narama untuk membangun daerahnya, karena mereka yang lebih mengetahui keluarganya.

“Ada anak-anak Kwamki yang sudah jadi ASN kenapa mereka tidak ditempatkan di sini?” pungkasnya.

Sementara Betes Hence Suebu, Kepala Distrik Kwamki Narama saat dihubungi Timika eXpress pada Jumat (24/7) sekira pukul 12.51 WIT, sebanyak tiga kali untuk konfirmasi terkait hal ini tidak diangkat.

Penulis : Indri

Editor : Anton

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.