Setiap Hari 30-50 Orang Terpapar Malaria

0
15
Reynold Ubra, Juru Bicara (Jubir) Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mimika, memprediksi penyebaran virus coron tidak akan berakhir dalam waktu dekat ini.
Foto: Dok/TimeX Reynold Ubra

TIMIKA,TimeX

Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menyebutkan kasus malaria meningkat rata-rata setiap Puskesmas sehari ditemukan 30 sampai 50 orang dalam kota terpapar malaria.

Foto: Elsina/TimeX
Reynold Ubra

BACA JUGA : Satu Anggota Dewan Dikabarkan Positif Covid, Kantor DPRD Disemprot Disinfektan

Reynold sampaikan hal ini saat ditemui wartawan di Kantor PPI Pomako, Rabu (29/7).

Setelah angka kasus malaria ujarnya, diikuti kasus diare lalu batuk pilek.

BACA JUGA : Baznas Sedang Evakuasi 300 Warga yang Terisolir

Ia menghimbau agar masyarakat tetap menjaga imunitas tubuhnya.

“Buat masyarakat kami hanya minta dua hal, yaitu tidak keluar rumah kemudian menjaga imunitas tubuh. Itu saja menjaga kesehatan itu jauh lebih penting,” pesannya.

Menurutnya, obat paling ampuh sesungguhnya adalah kekebalan imunitas dalam diri masing-masing orang.

Pihaknya terus berupaya untuk menekan angka malaria dalam program kolaborasi.

“Kami sedang siapkan dengan ‘Thema kasih naik cakupan imunisasi dengan kasih turun malaria.” tuturnya.

Kendati demikian, ia menambahkan meski malaria meningkat tapi tidak semuanya akan dilakukan rapid test.

“Sebenarnya pelayanan merupakan salah satu bagian yang paling strategi untuk new normal. Jadi, kita tidak terkekang terus dengan Covid-19 tapi ada masalah kesehatan lain. Karenanya screening yakni wawancara dengan pasien, misalnya selain memeriksa suhu tubuh, yang disertai batuk pilek pasti akan ada wawancara, apakah punya kontak erat dengan pasien positif Covid-19 atau riwayat perjalanan ke luar daerah pandemi,” jelasnya.

Pemeriksaan yang sangat sederhana adalah menghitung lekosit itu bisa membedakan mana yang Covid-19 dan mana yang bukan.

Karenanya, ia mengingatkan masyarakat tidak perlu takut pergi ke Puskesmas melainkan tetap datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.

“Kami juga mencoba mendekatkan di masa new normal ini. Tantangan kami ini bagaimana pelayanan kesehatan di Puskesmas betul-betul social distancing harus dijaga,” katanya.

Hal lain lanjutnya, adalah swab massal yang dilakukan para tenaga kesehatan di MSC akan dilanjutkan terus.

“Jadi, swab massal akan dilakukan semua, baik di rumah sakit maupun yang dikelola oleh Dinas Kesehatan, dengan tujuan adalah mengambil langkah cepat jika ada orang yang punya kontak erat,” katanya.

Reynold juga mengakui sampai saat ini stok obat malaria terbatas, makanya apapun lebih baik mencegah daripada mengobati, kalau sakit minum obat sampai tuntas.

“Kita tidak sadari bahwa kalau kita sakit ditanggung oleh pemerintah. Coba kalau kita sehat, uang itu bisa dipakai untuk ekonomi atau pendidikan,” pungkasnya.

Penulis : Elsina

Editor : Anton

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.