Bupati Perintahkan OPD Bangun Tanggul dan Normalisasi Sungai

0
10

TIMIKA,TimeX

Setelah melihat langsung kondisi terkini lokasi Jalan Trans Timika-Nabire pada Kamis (30/7), Eltinus Omaleng, Bupati Mimika perintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait agar melakukan penanganan dengan membangun tanggul dan normalisasi sungai di wilayah itu.

Foto: Elsina/TimeX
PANTAU – Eltinus Omaleng Bupati Mimika didampingi pimpinan OPD Mimika turun memantau langsung kondisi Jalan Trans Nabire, Kamis (30/7).

BACA JUGA : Pengurus Gelora Dipesan Berdayakan Perempuan AMOR

Sedangkan untuk perbaikan jalan, menurutnya Pemda Mimika harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) karena jalan itu merupakan jalan nasional.

“Intinya pemerintah siap untuk membantu. Soal jalan kita harus koordinasi dengan pusat karena ini tanggungjawabnya pusat. Sedangkan tanggul dan normalisasi itu tugas kami pemerintah daerah,” jelas Eltinus di lokasi Trans Nabire yang didampingi sejumlah pimpinan OPD saat itu.

Bupati menyebut kerusakan jalan ini ada sekitar satu kilometer yang harus diperbaiki.

“Jalan ini sekitar 500 meter yang harus kami perbaiki, kemudian tambahan 500 meter lagi mulai dari jembatan tadi di Kali Pindah-pindah sana. Jadi, sekitar satu kilo meter yang harus pemerintah tangani,” katanya.

Panggil pihak terkait

Pemerintah katanya, juga akan memanggil pihak terkait yang harus bertanggungjawab, yaitu PT PAL. Karena menurut Omaleng, perusahaan tersebut adalah perusahaan yang membuka lahan perkebunan kelapa sawit di kawasan Jalan Trans Papua, Timika-Nabire. Serta beberapa perusahaan yang beraktivitas di sepanjang jalan tersebut.

Bupati juga menegaskan kepada masyarakat yang membuat kebun di sepanjang pinggiran badan jalan agar tidak lagi membuka lahan perkebunan di tempat tersebut melainkan jarak perkebunannya sekitar 50-100 meter dari badan jalan agar tidak lagi terjadi banjir seperti saat ini.

Menyangkut penanganan masyarakat yang terdampak banjir, pemerintah telah merespons dan mengambil langkah serius terkait distribusi logistik bahan makanan bagi mereka yang terkena dampak langsung dari banjir tersebut.

Seperti disaksikan Timika eXpress, setelah melakukan kunjungan, bupati bersama pimpinan OPD terkait langsung rapat terbatas.

Nicholaas E. Kuahaty, Plt. Sekda Mimika usai rapat menjelaskan setelah Bupati Eltinus Omaleng melakukan kunjungan ke lokasi bencana di Distrik Iwaka, khususnya Jalan Trans Nabire, dalam tinjauan tersebut ada beberapa langkah yang akan diambil.

Pertama, penanganan dua pendekatan, yaitu pendekatan etnografis bahwa pemerintah akan segera sikapi masyarakat yang mengatakan kejadian ini karena Allah marah.

Allah marah ini menurut pemahaman mereka, dan pendekatannya etnografis. Segera pemerintah akan sikapi dengan memberikan bantuan sosial.

Kedua, pendekatan teknis. Pendekatan ini ada dua yang dilakukan. Pertama jangka pendek, bagaimana jalannya terfungsional, sehingga akses dari dan ke Kota Timika tidak menjadi terputus. Ini akan dilakukan oleh balai tentu hanya fungsional, belum efektif karena kondisi keterbatasan dana.

Untuk Pemerintah Daerah sendiri lanjutnya, penanganan mendesak ini sudah diputuskan untuk akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk normalisasi sungai.

Dengan terlebih dahulu BPBD mengusulkan kepada kepala daerah untuk dana penanganan bencana. Dana penanganan bencana karena pada dasarnya bupati telah menetapkan situasi ‘status bencana alam’.

Setelah rapat dilanjutkan rapat teknis, lead-nya itu PU, dalamnya ada Satgas Jalan Timika, Balai Jalan Wamena dan para kontraktor yang ada wilayah itu mereka akan rapat secara teknis dan setelah mereka lakukan identifikasi penanganan secara teknis segera akan ditangani. Termasuk melibatkan PT PAL.

“Saya kira yang paling dekat dengan kondisi ini adalah mereka. Karena masyarakat ada di sekitar PT PAL, sehingga mereka harus memberikan penanganan sosial kepada masyarakat,” katanya.

Terkait penyebab, menurutnya itu ada penanganan jangka panjang dan ini lead-nya nanti ada di Bappeda. Bappeda akan lakukan kajian terhadap kawasan dengan melihat katsmen area (wilayah geografis-red) yang terdampak pada kerusakan jalan yang menyebabkan terputusnya jalan ini.

Yosias Lossu, Kepala BPBD Mimika di Hotel Grand Mozza menyebutkan ada 2.613 jiwa terdampak banjir. Jumlah ini terdiri dari PAL 1 sebanyak 1.400 jiwa dan PAL 2 sebanyak 1.213 jiwa.

Kronologis kejadian ini berlangsung 7 Juli pukul 01.00 WIT lokasi kejadian PAL 2 (Kamora gunung dan Kamora pante). Menimpa 13 KK menjadi korban 12 rumah dan satu gereja.

Menyusul tanggal 26 Juli pukul 23.00 WIT lokasi kejadian PAL 1 (Mimika Gunung dan Mimika pante) terjadi banjir bandang. Mengakibatkan 40 KK rumah rusak berat, satu rumah hilang, satu gereja rusak berat dan mengakibat terputusnya jalan merupakan akses warga.

Menanggapi musibah ini ujarnya, Pemda telah menyalurkan bantuan berupa beras 650 Kg, mie instant, minyak goreng menggunakan transportasi udara.

Penyebabnya adalah intensitas air hujan cukup tinggi berpengaruh debit air kali meluap.

Penulis : Elsina

Editor  : Anton

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.