Hasil Labfor Sampel Vodka Enggan Dibeberkan Kapolres

0
13
Untuk membuktikan kasus tewasnya 11 pemuda akibat minuman keras jenis vodka yang viral di media sosial (Medsos), jajaran Polres Mimika telah melakukan uji Laboratorium Forensik (Labfor) terhadap 16 sampel minuman beralkohol jenis vodka.
FOTO:RINA/TIMEX PRESS RELEASE-AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, Kapolres Mimika didampingi Kompol I Nyoman Punia, Wakapolres Mimika, AKP Dionisius VDP Helan Kabagops, AKP Hermanto Kasat Reskrim dan AKP Mansur Kasat Narkoba Polres Mimika saat menggelar press release di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Kamis lalu.

Terkait Kasus 11 Pemuda Tewas Viral di Medsos

Untuk membuktikan kasus tewasnya 11 pemuda akibat minuman keras jenis vodka yang viral di media sosial (Medsos), jajaran Polres Mimika telah melakukan uji Laboratorium Forensik (Labfor) terhadap 16 sampel minuman beralkohol jenis vodka.
FOTO:RINA/TIMEX
PRESS RELEASE-AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, Kapolres Mimika didampingi Kompol I Nyoman Punia, Wakapolres Mimika, AKP Dionisius VDP Helan Kabagops, AKP Hermanto Kasat Reskrim dan AKP Mansur Kasat Narkoba Polres Mimika saat menggelar press release di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Kamis lalu.

TIMIKA, TimeX

Untuk membuktikan kasus tewasnya 11 pemuda akibat minuman keras jenis vodka yang viral di media sosial (Medsos), jajaran Polres Mimika telah melakukan uji Laboratorium Forensik (Labfor) terhadap 16 sampel minuman beralkohol jenis vodka.

Hanya saja, hasil lab dari 16 botol minuman pabrikan yang dijadikan sampel tersebut, enggan dipaparkan oleh AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, Kapolres Mimika.

“Hasil uji labfornya sudah keluar hanya kami tidak beberkan karena untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,”ungkap orang nomor satu Polres Mimika kepada wartawan saat gelar press release di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Kamis (30/7).

Ia menambahkan, selain dari sampel 16 botol vodka yang diamankan dari salah satu kios dan jadikan barang bukti, penyidik pun masih melengkapi keterangan para saksi sampai pada penetapan tersangka.

“Untuk pengembangan penyelidikannya, kami pun masih kumpulkan fakta-fakta di lapangan,” terangnya.

Sementara data yang dihimpun Timika eXpress pascaviralnya 11 pemuda tewas akibat miras, Kapolres Mimika langsung memerintahkan Kabagops AKP Dionisius VDP Helan, Kapolsek Mimika Baru Kompol Sarraju dan Kasat Narkoba AKP Mansur menggrebek rumah dan kios salah satu pengusaha di Timika.

Alhasil, sejumlah minuman dari kios pengusaha itu diamakan untuk dijadikan  barang bukti.

Tidak hanya itu, pengusaha maupun penjual minuman beralkohol dari kios tersebut pun diperiksa.

Sambung Kapolres, pihaknya komitmen akan menindak tegas memberantas minuman keras, termasuk para pelaku yang terbukti mengoplos miras yang bisa menyebabkan korban jiwa.

Selain itu, pihaknya tidak akan membiarkan isu yang sudah berkembang dan meresahkan masyarakat.

Karenanya, setiap kasus kematian akibat menenggak miras dan meninggal akibat dampak miras harus dibedakan.

“Makanya kami imbau masyarakat untuk bekerja sama dengan kepolisian melaporkan bila ada temuan kasus meninggal akibat miras. Tolong laporkan segera kalau ada kasus seperti ini, karena bukti surat kematian yang sudah lama tidak bisa dijadikan barang bukti, Kalau dari awal dilaporkan, dan mau bekerjasama, maka tidak ada korban-korban yang lain, ” serunya.

Untuk diketahui, 11 pemuda yang viral ditengarai tewas akibat menenggak miras oplosan adalah Mecky Nawipa, Jefry Nawipa, Mias Alom, Rein Degey, Erick Kobepa, Yosep Pugiye, Roby Degey, Maksi Koga, Fery Gobay, Men Yeimo, dan Anselmus Tenouye.

Namun dari hasil identifikasi kepolisian setempat, baru lima korban yang ditengarai ada kaitannya dengan miras, diantaranya Meky Nawipa, Jefry Nawipa, Jeremias Alom alias Mias Alom, Maksimus Koga dan Reinhard Degey.

“Tidak semua meninggal karena miras oplosan, dan ada yang meninggal karena dampak miras,” tandasnya.

Penulis : Rina

Editor  : Maurits

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.