Pengurus Gelora Dipesan Berdayakan Perempuan AMOR

0
23
Foto: Echie/ TimeX SERAHKAN – Maria Kotorok, Ketua Partai Gelora salam komando dengan Komisioner Bawaslu Mimika usai menyerahkan dokumen partai pada Kamis (30/7).

TIMIKA,TimeX

Sebagai pendatang baru di kancah politik tanah air, Partai Gelora akan turut mewarnai kancah pesta demokrasi lima tahunan. Untuk di Kabupaten Mimika, Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Mimika menitipkan pesan kepada pengurus Partai Gelora (PG) untuk memberdayakan perempuan Amungme-Kamoro (AMOR) sebagai kader.

Foto: Echie/ TimeX
SERAHKAN – Maria Kotorok, Ketua Partai Gelora salam komando dengan Komisioner Bawaslu Mimika usai menyerahkan dokumen partai pada Kamis (30/7).

BACA JUGA : Kapolres Salurkan Sembako untuk Warga Iwaka, Warga Minta Bangun Rumah Panggung

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Indra Ebang Ola, Ketua KPU Mimika di hadapan Maria Kotorok, Ketua Partai Gelora didampingi Rahmat, sekretaris dan Jaya Heatubun bendahara.
Sebagai partai yang baru Indra tekankan, kerjasama kiranya tetap terjalin dan tetap mendukung dalam mengawal kebijakan.

“Dan saya turut mendukung. Saya senang ibu sangat konsen memberdayakan perempuan Papua. Saya titip perempuan Amungme dan Kamoro masuk dalam partai,” katanya.

Bahkan Indra memuji sosok Maria Kotorok bagaimana perempuan dihargai dan ikut mewarnai kancah politik. Dengan segala keterbatasan maju Pilkada tahun 2018 sebagai calon Bupati Mimika.

Ini menunjukan bahwa wanita juga bisa dan bangkit mengisi perubahan tidak hanya bidang struktural tapi juga politik.

Di tempat yang sama, Maria Kotorok menyampaikan bahwa Partai Gelora secara sah tercatat di Kemenkumham juga ada di daerah baik propinsi hingga kabupaten. Di Timika dari 18 distrik ada 11 PAC.

“Pengesahan terhadap salah satu partai ini kan harus memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya pemenuhan struktur di DPD maupun di DPC. Untuk Mimika pengurus DPC 20-an dan PAC masing-masing lima orang,” katanya.

“Prinsip Gelora hadir secara nasional, kalau kita lihat dari harapan-harapan para pendiri partai karena melihat krisis secara nasional, sehingga perlu ada partai baru yang menangani semua ini. Dari Partai Gelora yang mana rata-rata adalah ke arah baru menuju lima besar dunia. Yang sering diucapkan ketua umum kita, langit kita terlalu tinggi tetapi kenapa kita terbang terlalu rendah,” tambahnya.

Selain itu lahirnya partai ini, ujarnya atas dasar keprihatinan kepada kondisi negara ini baik secara nasional maupun daerah. Dan memang semangat partai ini hadir untuk bisa menyeimbangkan ataupun memberikan satu warna baru kesejukan di peta perpolitikan nasional, daerah dan apa yang menjadi keprihatinan maupun keinginan semua orang untuk menjadi baik, baik secara nasional maupun daerah di Mimika.

Untuk Mimika sendiri sebutnya, 30 persen tidak hanya untuk persyaratan Pemilu saja namun memang benar-benar diterapkan sampai pada saat penetapan kursi.

“Harapan kita seperti itu, dan kedua melihat kondisi Mimika di mana masyarakat menghendaki bahwa ada masyarakat asli yang harus terlibat di semua lini, baik pemerintahan dan swasta maupun politik. Ini kan harapan-harapan yang sampai hari ini belum terakomodir,” katanya.

Dikatakan, kalau dari sisi politik dan mengacu pada UU Pemilu jelas akan merugikan sehingga harus ada kebijakan atau langkah yang harus diambil untuk peraturan baru untuk menangani semua ini, supaya kepentingan orang Papua khususnya Amungme-Kamoro yang mempunyai daerah ini itu bisa terakomodir selain kepentingan secara nasional.

Saat audiens dengan KPU juga Bawaslu, Maria Kotorok menyerahkan dokumen Partai Gelora, berupa SK Kemenkumham terkait badah hukum partai, SK Kemenkumham tentang AD/ART juga SK kepengurusan pusat dan daerah.

Dokumen ini diterima komisioner KPU di antaranya Laurensius Minipko, Devisi Hukum dan Pengawasan, Fidelis Piligame, Devisi Sosialisasi SDM dan Sekretaris KPU. Selanjutnya dokumen tersebut akan diperiksa oleh Devisi Hukum dan Pengawasan.

Laurensius Minipko mengatakan dokumen ini sesuai persyaratan kelengkapan untuk bisa ikut dalam pesta demokrasi. Setiap partai yang ada baik di DPC dan daerah itu sudah sah.

“Saya pikir bagian daripada pesyaratan dan kelengkapan adalah urusan otonom dari partai bagaimana mempersiapkan pesta demokrasi ke depannya,” katanya.

Ia juga mengatakan ketua menitipkan pesan agar agar dapat sosialisasi partai. Dengan waktu yang singkat bisa membantu DPT sebagai peserta Pemilu di 2024.

“Partai baru pasti akan bermunculan, bagaimana sama-sama mengawal demokrasi bisa tumbuh dan dalam rangka lebih berkualitas,” katanya.

Sementara Jonas Janampa, Ketua Bawaslu mengharapkan aturan yang dibuat bisa diikuti oleh Partai Gelora bersama partai-partai yang lama.

“Harapan kami mereka lebih aktif menerima masukan dari penyelenggara Pemilu terutama pemutakhiran DPTD agar semua partai dapat data yang akurat,” harapnya.

“Dalam diskusi kami harap partai melihat anak asli Amungme-Kamoro bersama lima suku lain dan Papua lain untuk mendapatkan hak politik yang sama. Partai Gelora masuk berarti sudah 17 partai,” tambahnya.

Penulis : Elsina

Editor : Anton

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.