Reynold Prediksi Corana Tidak akan Berakhir

0
11
Reynold Ubra, Juru Bicara (Jubir) Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mimika, memprediksi penyebaran virus coron tidak akan berakhir dalam waktu dekat ini.
Foto: Dok/TimeX Reynold Ubra

TIMIKA,TimeX

Reynold Ubra, Juru Bicara (Jubir) Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mimika, memprediksi penyebaran virus coron tidak akan berakhir dalam waktu dekat ini.
Foto: Dok/TimeX
Reynold Ubra

Reynold Ubra, Juru Bicara (Jubir) Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mimika, memprediksi penyebaran virus coron tidak akan berakhir dalam waktu dekat ini. Hal ini dipicu tingginya pergerakan masyarakat, dari dan keluar kota termasuk aktivitas di tengah masyarakat.

Kata dia, selama new normal tahap II ada beberapa penambahan kasus Covid-19 yang terkonfirmasi positif, meski tidak signifikan seperti pada awal ditemukannya kasus Covid-19 di Mimika.

“Beberapa minggu terakhir adanya penambahan kasus baru covid-19 di Kabupaten Mimika, dan merupakan kasus impor, berasal dari pelaku perjalanan dari luar daerah,” kata Reynold kepada wartawan di Kantor PPI Poumako, Rabu ( 29/7).

Reynold mengaku, dalam dua minggu terakhir, setiap penumpang yang datang dari luar daerah selalu dilakukan pemeriksaan, itu juga berlaku bagi semua karyawan PTFI yang datang dari Tembagapura, namun terhadap karyawan PTFI dilakukan PCR tes.Sementara presentase kasus positif di bawah 5 persen.

“persentase kasus positif yang diperiksa selama ini masih dibawa 5 persen, dan saya pikir kita masih akan berada di masa new normal, dan angka reproduksi kasus di Mimika rata- rata diatas 1,5 dan tidak terlalu mengkwatirkan seperti kasus- kasus sebelumnya.

Meski demikian, dirinya memprediksi, kasus Covid-19 di Mimika tidak akan berakhir, karena setiap saat akan ada terus, karena pergerakan manusia dalam hal ini perjalanan keluar masuk Timika terus ada, apalagi di Mimika sendiri sudah terjadi transmisi lokal.

“Masing-masing orang punya tanggung jawab untuk menjaga diri agar tidak tertular.  Dinas kesehatan sendiri harus melakukan exit strategi, jadi ada pelimpahan kewenangan kepada Puskesmas,” katanya.

Pihaknya juga harus melaksanakan upaya kesehatan lainnya seperti promosi kesehatan, pelaksanaan peningkatan cakupan imunisasi bayi, Balita, ibu hamil yang merupakan kelompok rentan terkena covid dan juga malaria.

Penulis : Echi

Editor   : Linda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.