Menteri Yembise Surati Kemenkumham

TIMIKA, TimeX Pelaku kekerasan seksual yang kabur dari Lapas Kelas II Timika telah dilaporkan pihak Badan Pemberdayaan Perempuan

Yohana Susana Yembise

TIMIKA, TimeX

Pelaku kekerasan seksual yang kabur dari Lapas Kelas II Timika telah dilaporkan pihak Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Mimika kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof. DR. Yohana  Susana Yembise saat berkunjung ke Timika beberapa hari lalu. Menanggapi laporan tersebut Menteri Yembise akan segera menyurati ke Kementerian Hukum dan Ham RI.

“Kita akan surati ke Kementerian Hukum dan    Ham untuk melihat hal ini. Karena ini tidak boleh dibiarkan sebab pelaku-pelaku itu akan melakukan hal yang sama lagi,” kata Yembise kepada wartawan di Rimba Papua Hotel, Sabtu (4/11).

Menurut Yembise, dengan banyaknya kasus kekerasan terhadap anak, maka melalui Paripurna sudah ada UU baru yaitu UU nomor 17 tahun 2016 yaitu barang siapa yang melakukan kejahatan seksual terhadap anak dan anak itu meninggal, cacat, dan mungkin saja terinveksi penyakit- menular maka akan dikenakan hukuman mati, penjara seumur hidup dan juga hukuman kebiri, pemasangan  chip ditubuh pelaku, dan pengumuman pelaku ke publik.

“Jadi itu sudah ada aturan hukum  yang berat untuk melindungi anak-anak kita, tinggal bagaimana kita implementasikan UU  itu,”ungkapnya.

Sebelumnya Kabid Perlindungan Anak pada Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Mimika, Siane Mandesy menyampaikan bahwa, informasi kaburnya pelaku-pelaku kekerasan seksual terhadap anak ini setelah dilakukan sidak di Lapas beberapa waktu lalu.

“Kami saat itu sidak di Lapas bersama wartawan dan mendapatkan pelaku kekerasan seksual terhadap anak kabur. Padahal sudah diputuskan di pengadilan, inikan membuat pihak pengadilan kecewa karena sudah diputuskan di pengadilan tapi sampai di Lapas kabur,”ungkapnya.(tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.