Kapolda: KKB Diperintahkan Segera Menyerahkan Diri

TIMIKA, TimeX Maklumat Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar yang disebar di tiga kampung di Tembagapura memerintahkan Kelompok Kriminal Bersenjata/KKB segera meletakkan senjata api sekaligus menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum, Senin (13/11).

Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar

Aparat Buka Akses Kesehatan-Logistik Warga Tembagapura

TIMIKA, TimeX

Maklumat Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar yang disebar di tiga kampung di Tembagapura memerintahkan Kelompok Kriminal Bersenjata/KKB segera meletakkan senjata api sekaligus menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum, Senin (13/11).

Dengan menggunkan helikopter, 1.500 lembar maklumat disebar sebanyak tiga kali di tiga kampung, yaitu Banti, Kimbeli dan Utikini, yang mana diperkirakan ada 150-200 orang KKB berada dan menguasai wilayah tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi AM Kamal di Timika, Senin, mengatakan pihaknya bersama Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon yang menyebarkan maklumat Kapolda Papua tersebut agar dibaca dan dipahami oleh KKB yang kini mengusai kampung-kampung di Tembagapura.

“Saya sendiri bersama Kapolres Mimika yang menyebarkannya dari udara menggunakan helikopter. Sesegera mungkin kalau sudah ada di tangan mereka maka tidak boleh melakukan hal-hal yang melanggar sebagaimana tercantum dalam maklumat itu,” kata Kamal.

Ia mengatakan penyebaran Maklumat Kapolda Papua itu berlangsung pada Senin pagi mulai pukul 08.45 WIT hingga pukul 10.00 WIT. Jumlah lembaran maklumat yang disebarkan di kawasan sekitar Kampung Banti itu sebanyak 1.500.

Dalam Maklumat Kapolda Papua Nomor: B/MKLMT/01/XI/2017 tanggal 12 November 2017, disebutkan bahwa berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam maka diperintahkan kepada seluruh masyarakat sipil yang menguasai, membawa, memiliki dan mempergunakan senjata api secara ilegal agar secepatnya meletakkan senjata api dan menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum (Kepolisian RI),” perintah Kapolda.

Kapolda juga memperingatkan kelompok tersebut agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum seperti pengancaman, penganiayaan, perampokan, penjarahan, pemerkosaan, pembunuhan dan perbuatan kriminal lainnya.

Sejak tiga pekan terakhir, KKB wilayah Tembagapura yang diperkirakan memiliki 35 pucuk senjata api dengan pengikut mencapai seratusan orang telah menguasai sejumlah perkampungan sekitar Tembagapura mulai dari Utikini Lama, Kimbeli, Waa-Banti, Opitawak hingga ke Aroanop.

KKB wilayah Tembagapura yang dipimpin oleh Ayuk Waker itu dituding sebagai dalang utama dari serangkaian aksi kekerasan di wilayah Tembagapura akhir-akhir ini seperti teror penembakan terhadap kendaraan dan fasilitas PT Freeport Indonesia, penembakan terhadap anggota Brimob, penembakan terhadap warga sipil, pemerkosaan dan lainnya.

Hingga kini diperkirakan sekitar 1.300 warga sipil masih terjebak di kampung-kampung itu. Mereka dilarang bepergian lantaran dijadikan tameng hidup oleh KKB untuk melakukan perlawanan kepada aparat keamanan.

Menanggapi maklumat tersebut, Tentara Pembebasan Nasional – Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) menolak dengan keras sebutan aparat keamanan terhadap mereka sebagai KKB, separatis, teroris dan sebutan lainnya.

 

Aparat Buka Akses Kesehatan-Logistik Warga Tembagapura

Aparat keamanan terus membuka akses bagi warga perkampungan di sekitar Tembagapura, Mimika, Papua untuk mendapatkan layanan kesehatan maupun suplai logistik kebutuhan pokok.
Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon kepada wartawan, Senin (13/11), mengatakan akses kesehatan maupun logistik kebutuhan pokok bagi warga Banti, Kimbeli dan sekitarnya itu dibuka sejak Jumat (10/11).
Hanya saja hingga sekarang belum banyak warga dari kampung-kampung sekitar Tembagapura berani mendatangi Kantor Polsek Tembagapura lantaran takut akan tekanan atau intimidasi yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata/KKB.
“Harapkan kami KKB tidak batasi aktivitas masyarakat dalam hal mendapatkan pelayanan kesehatan maupun bahan kebutuhan pokok. Masyarakat bisa datang mengambil di dekat Kantor Polsek Tembagapura dengan berjalan kaki,” kata Victor.
Victor mengakui Pemda Mimika melalui Pemerintah Distrik Tembagapura telah menurunkan sebanyak dua konteiner barang kebutuhan pokok untuk disalurkan ke kampung-kampung sekitar Tembagapura.
Namun distribusi barang kebutuhan pokok ke kampung-kampung itu tidak bisa dilakukan lantaran KKB menguasai atau menduduki kawasan Utikini Lama, Batu Besar dan area Longsoran yang merupakan jalur utama yang menghubungkan Tembagapura dengan Banti-Kimbeli.
KKB dilaporkan merusak akses jalan poros tersebut dengan menggali parit-parit dan menimbun batu-batu besar di sepanjang jalan untuk menahan gerak laju aparat keamanan.
Bahkan pada Sabtu (11/11), KKB memaksa karyawan perusahaan subkontraktor PT Freeport untuk mengoperasikan dua unit peralatan berat ekskavator untuk merusak jalan poros yang menghubungkan Tembagapura menuju Banti.
Kapolres Mimika berharap KKB Tembagapura menghentikan tindakan melanggar hukum dan segera menyerahkan diri kepada aparat kepolisian sebagaimana Maklumat Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar pada Minggu (12/11) yang telah disebarkan kepada masyarakat di sekitar Banti, Kimbeli hingga Utikini Lama pada Senin pagi.
“Terutama diminta kepada mereka untuk tidak menutup jalur-jalur yang dijadikan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan logistik,” jelas Victor.
KKB yang kini menduduki sejumlah perkampungan di wilayah sekitar Tembagapura itu diprediksi memiliki 35 hingga 50 pucuk senjata api dengan jumlah pengikut mencapai 150-200 orang.
“Sekarang yang bergabung di sana bukan hanya satu kelompok dari Tembagapura dan Kali Kopi, tapi sudah bergabung kelompok-kelompok dari wilayah lain yang menyatakan diri sebagai KKB,” jelas Victor. (aro/zuk/a28)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *