Kapendam: TNI Siap Kejar KKB

TIMIKA, TimeX Pascaserangkaian teror penembakan sejak Sabtu, 21 Oktober 2017 hingga insiden penembakan di mile post 69 yang menewaskan Brigadir Firman, anggota Brimob Batlyon B Pelopor Polda Papua di Timika, diharapkan situasi ini cepat pulih, dan jangan sampai berlarut. sebelum nanti ada lagi korban, baik warga sipil maupun aparat keamanan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal didampingi Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi saat konferensi pers di RPH, Rabu kemarin.

Kepolisian Masih Kedepankan Upaya Persuasif

TIMIKA, TimeX

Pascaserangkaian teror penembakan sejak Sabtu, 21 Oktober 2017 hingga insiden penembakan di mile post 69 yang menewaskan Brigadir Firman, anggota Brimob Batlyon B Pelopor Polda Papua di Timika, diharapkan situasi ini cepat pulih, dan jangan sampai berlarut. sebelum nanti ada lagi korban, baik warga sipil maupun aparat keamanan.

Untuk menyudahi aksi teror dari Kelompok Kriminalitas bersenjata (KKB), pihak TNI secara tegas sudah menyatakan kesiapsiagaannya mengejar pelaku teror penembakan di Tembagapura.

“Di sini sudah siaga satu (1), sehingga kapanpun diminta kita siap,” ungkap Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi saat konferensi pers mendampingi Kabid Humas Kombes Pol AM Kamal di Rimba Papua Hotel, Rabu (15/11) kemarin.

Dengan mengerahkan 3 SSK pasukan TNI dari berbagai satuan di Tembagapura, baik Brigif 20-Ima Jaya Keramo (IJK), Yonif 754 Eme Neme Kangasi, Denkav III/SC dan Kodim 1710 Mimika, apabila menemui jalan buntu, maka akan menggunakan operasi militer dan operasi kekuatan.

Untuk itu, dari aksi KKB, kata Aidi, pihaknya terus mempelajari situasi dan kondisi, langkah, juga memberi himbauan, sebab TNI sudah menyiagakan pasukan sesuai eskalasi potensi ancaman maupun gangguan dan pertimbangan taktis di lapangan dengan tidak gegabah menerjunkan pasukan.

“Kita tetap mengutamakan sisi humanis kepentingan manusiawi,” tandas Kolonel Aidi.

Sementara Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal mengatakan, meski sudah dua anggota Brimob Polda Papua tewas tertembak, sebelumnya Briptu Berry Pratama yang ditembak oleh KKB, Minggu (22/10) lalu, hingga kini pihaknya masih melakukan langkah-langkah persuasif.

Ini dilakukan untuk memperkecil efek permasalahan  dan korban.

Selain tetap melakukan pengejaran terhadap KKB di Tembagapura agar bisa menangkap pelaku, pihaknya pun  masih terus berusaha melakukan negosiasi guna mengetahui maksud dan tujuan KKB.

Sebab belakangan ini KKB melakukan teror penembakan dengan menyasar anggota Polri dan karyawan yang bekerja di PT Freeport Indonesia.

Termasuk teror psikis dan kekerasan terhadap warga di perkampungan Tembagapura, Banti, Kimbeli dan Utikini.

Adapun dua satuan tugas (Satgas) yang masih bersiaga, yaki Satgas Amole untuk pengamanan Obyek Vitel Nasional (Obvitnas) PTFI, serta Satgas Terpadu gabungan  TNI-Polri untuk penanggulangan KKB, jumlah 200 personil (2 SSK-Satuan Setingkat  Kompi)  dinyatakan masih cukup dan mampu mengatasi permasalahan Kamtibmas di Tembagapura.

Padahal diketahui di tiga kampung di Tembagapura tersebut ada 1.300 warga sipil, baik pendatang maupun warga asli setempat berada dalam tekanan karena terisolir KKB.

“Kami tidak menargetkan kapan akan selesai tetapi kami akan sesegara mungkin menyelesaikan konflik ini. Kami akan terus mengupayakan negosiasi secara persuasif sehingga warga di tiga kampung yang jumlahnya 1.300 orang tidak tersakiti” kata Kombes Kamal.

Langkah-langkah persuasif yang dilakukan seperti pendekatan dengan tokoh masyarakat, menyebarkan maklumat Kapolda Papua dan melaksanakan patroli, ini tidak ada batas waktunya.

“Kami terus lakukan langkah dan tahapan persuasif. Selain itu, juga mendistribusikan bahan makanan kepada masyarakat, karena mereka yang berada di bawah intimidasi KKB merupakan warga yang butuh bantuan dan pertolongan kita,”tukasnya.

Senada, Kapolres Mimika AKBP Viktor Dean Mackbon juga menambahkan, pihaknya maish mengikuti pola persuasif, dialog dan penegakan hukum sesuai keadaan situasi dan kondisi yang ada tolak ukurnya,” ujar Kapolres kepada wartawan usai prosesi pemakaman Brigadir Firman, Rabu kemarin.

Ia menambahkan, terkait dengan muklumat Kapolda yang sudah disebarkan Senin kemarin itu tidak ada batas waktunya,” jelas Viktor menambahkan, terkait insiden penembakan yang menewaskan Brigadir Firman, pihaknya pun belum bisa pastikan apakah dari pihak KKB ada yang korban.

“Bagi orang yang membawa senjata adalah pelaku kejahatan. Jadi, jangan perdulikan arti sebuah nama KKB atau pun TPN-OPM,” tegasnya.  (aro/a28/zuk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *