Satgas Terpadu Sudah Evakuasi 1.147 Warga

TIMIKA, TimeX Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Gabungan TNI-Polri sejak Jumat (17/11) hingga Senin (20/11) sudah berhasil mengevakuasi 1.148 warga masyarakat dari dua kampung, yaitu Kampung Banti dan  Kimbeli Distrik Tembagapura ke Timika.

EVAKUASI-Proses evakuasi warga Papua yang diisolasi kelompok kriminal bersenjata (KKB). (Polda Papua)

TIMIKA, TimeX

Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Gabungan TNI-Polri sejak Jumat (17/11) hingga Senin (20/11) sudah berhasil mengevakuasi 1.148 warga masyarakat dari dua kampung, yaitu Kampung Banti dan  Kimbeli Distrik Tembagapura ke Timika.

Seperti evakuasi perdana terhadap 344 warga sipil yang disandera Kelompok Kriminalitas Bersenjata (KKB), Jumat pekan lalu, evakuasi terhadap 804 warga Kampung Banti dan Kimbeli, Senin kemarin pun berjalan aman dan lancar.

Warga pengungsian saat dievakuasi dari Tembagapura didampingi langsung Kepala Suku Damal, Kamanial Waker. Setibanya di Timika disambut langsung Asisten II Setda Mimika, Marthen Paiding, Ketua DPRD Mimika, Elminus B Mom, Wakil Ketua II, Nathaniel Murib dan juga perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Kementerian Sosial,  sejumlah pimpinan SKPD, Bhayangkari Polres Mimika serta keluarga pengungsi.

Setibanya 804 warga di Graha Eme Neme Yauware pukul 16.45 WIT, oleh petugas Dispencapil langsung didata, termasuk ada empat warga yang kondisi kesehatannya terganggu langsung  dirujuk ke RSUD oleh petugas medis di Posko setempat.

Proses evakuasi ini atas permintaan ratusan warga dari kedua kampung tersebut agar mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan bagi anak-anak mereka dan bahan kebutuhan pokok lainnya.

Hal ini dikarenakan warga asli setempat masih dibayangi trauma sekaligus menghindar dari gangguan dan tekanan KKB yang sebelumnya menguasai bahkan melakukan tindakan kekerasan dan kejahatan terhadap warga kedua kampung tersebut.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi AM Kamal di Timika, Senin, mengatakan proses evakuasi ratusan warga Banti itu sedang berlangsung ke Timika.
Proses evakuasi menggunakan 12 kendaraan bus karyawan dilapisi armor anti peluru milik PT Freeport Indonesia dikawal ketat Satgas Terpadu gabunganm TNI dan Polri.

Adapun 10 bus yang mengangkut warga bernomor lambung 1404-48,1404-41,1403-48,1403-96,1403-77,1403-28,1404-46,1403-47,1404-58,1403-78,1402-85 dan 1404-50.

“Dari Kampung Banti-Kimbeli, ratusan pengungsi ditampung di sport hall Tembagapura, selanjutnya dimobilisasi ke Timika, yaitu di Gedung Eme Neme Yauware,” jelas Kombes Kamal.
Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar mengatakan warga Banti yang diwakili oleh kepala suku dan pemuka agama setempat meminta kesediaan Satgas Terpadu untuk mengevakuasi ratusan warga dari kampung mereka.
Alasan yang dikemukakan oleh warga untuk meminta dievakuasi atau relokasi sementara waktu ke Timika yaitu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan bagi anak-anak mereka dan terutama untuk mendapatkan kemudahan dalam hal makanan sehari-hari.
Pasalnya selama tiga pekan Kelompok Kriminal Bersenjata/KKB menguasai Kampung Banti, Kimbeli dan kampung-kampung lain di sekitar itu, warga tidak mendapatkan pelayanan kesehatan, anak-anak sekolah diliburkan lantaran guru dan petugas medis tidak berani tinggal di kampung itu.
“Kita sebenarnya tidak ingin mereka dipindahkan karena secara tidak langsung akan menimbulkan permasalahan sosial baru. Tapi setelah berbicara dan meyakinkan kembali sepertinya keinginan untuk pindah sementara ini harus dipenuhi,” jelas Boy Rafli.
Satgas Terpadu, katanya, telah berkoordinasi dengan manajemen PT Freeport Indonesia dan Pemda Mimika agar siap memfasilitasi, menampung dan mengurus ratusan warga yang mengungsi sementara waktu ke Timika.
Adapun sekitar 200-an warga yang bekerja sebagai karyawan PT Freeport dan perusahaan subkontraktornya memilih tetap tinggal di Banti dan Kimbeli lantaran mereka harus bekerja.
Namun demikian Kapolda berharap Pemda Mimika dan pihak perusahaan tetap memberikan pelayanan dan suplai bahan makanan kepada warga yang memilih bertahan.
“Kami juga tetap memberikan pelayanan dalam bidang keamanan agar warga yang tinggal di Banti dan Kimbeli merasa nyaman,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.