Kapolres Pertanyakan Napi Begitu Mudahnya Melarikan Diri

TIMIKA,TimeX Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon secara tegas mempertanyakan narapidana (napi) begitu mudahnya melarikan diri

AMANKAN – Residivis kelas kakap pencurian sepeda motor KFY alias Kace (20) bersama barang bukti sepeda motor diamankan aparat Polres Mimika di Jalan Sam Ratulangi depan Gereja Pentakosta pada Selasa (21/11). Foto: Dok./TimeX

TIMIKA,TimeX

Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon secara tegas mempertanyakan narapidana (napi) begitu mudahnya melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Timika di Kampung Naena Muktipura, SP6 selama ini.

Victor menyampaikan perihal ini menjawabi mengenai kasus kaburnya KFY alias Kace (20) seorang residivis kelas kakap pencurian sepeda motor dengan kekerasan yang kembali dibekuk tim perintis Polres Mimika di Jalan Sam Ratulangi depan Gereja Pentakosta pada Selasa (21/11) sekira pukul 22.45 WIT.

“Kami akan lakukan pertemuan dan akan membahas mengapa para napi masih saja dapat melarikan diri. Ini yang menjadi pertanyaan. Mengapa para napi yang berada di lapas kenapa bisa keluar lagi? Nantinya kita akan koordinasi dengan kalapas dan meminta pertanggungjawabannya,” ujar Victor kepada wartawan di Graha Eme Neme Yauware pada Jumat (24/11).

Orang nomor satu di Polres Mimika ini membenarkan bahwa para napi yang berhasil lolos dari ‘hotel prodeo’ ternyata saat berada di luar masih melakukan perbuatan kriminal dan hal ini tentunya akan sangat meresahkan warga.

Perbuatan kriminal yang sering mereka lakukan adalah merampas barang milik korban berupa sepeda motor dan mengenai ini yang sementara lagi dilakukan pemeriksaan guna menjalani proses hukum yang baru.

Perwira melati dua ini merasa beruntung pelaku sudah berhasil ditangkap kembali jika tidak akan dapat merugikan masyarakat.

“Kita seharusnya sebagai pihak keamanan lebih serius jangan main-main, kasihan dengan yang lainnya,” tegasnya.

Menindaklanjuti masalah ini Victor memastikan akan sesegera mungkin melakukan pertemuan dengan pihak lapas mengingat masalah ini terus menerus terjadi bukan baru pertama. Dalam rapat tersebut ia akan berupaya secepat mungkin mencari solusinya yang dianggap tepat sehingga para pelaku kejahatan benar-benar dapat menjalani masa tahanannya di lapas dengan baik.

Sebelumnya pada Minggu 17 September lalu ada tujuh orang binaan kabur. Ketujuh warga binaan itu terdiri dari enam tahanan titipan Kejaksaan Negeri Mimika dan seorang napi atas nama Intan Kumu Gwijangge dengan vonis 20 tahun penjara terkait kasus pembunuhan almarhum Tukimin pada 2015 silam di kawasan Irigasi. Sementara enam warga binaan lainnyaadalah Frengky Wenda (tahanan dengan kasus penganiayaan), Lambuti Wenda (tahanan kasus penganiayaan), Igisti Tabuni (tahanan kasus pembunuhan), Robert Nirigi (tahanan kasus pembunuhan), Pillor Gwijangge (tahanan kasus pembunuhan), serta Robi Pawotman (narapidana dengan kasus pembunuhan).

Sebelumnya Kalapas Marojahan Doloksaribu pada Selasa (31/10) berjanji membenahi lapas mulai dari pegawainya hingga warga binaan yang selama ini sudah menjadi sorotan dari masyarakat akibat marak kaburnya ‘tamu tak diundang’ itu.

“Target saya pertama adalah membenahi moral pegawai saya, lalu pembinaan kepada para tahanan. Saya juga datang ke sini untuk memperbaiki sistem yang ada. Saya harap saya bisa didukung oleh staf-staf  dan pegawai yang ada,” katanya. (aro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.