Belasan Wanita Palang Kantor Kelurahan Inauga

TIMIKA, TimeX Sebanyak 15 orang wanita melakukan aksi pemalangan pintu Kantor Kelurahan Inauga, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Rabu (29/11).

PALANG-Belasan mama-mama asli Papua melakukan aksi pemalangan Kantor Kelurahan Inauga, Rabu kemarin.

TIMIKA, TimeX

Sebanyak 15 orang wanita melakukan aksi pemalangan pintu Kantor Kelurahan Inauga, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Rabu (29/11).

Aksi pemalangan menggunakan balok dan dahan kayu mulai pukul 11.00 WIT, lantaran  mereka tidak terdaftar sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan Kementerian Sosial (Kemsos).

Marika Akimuri selaku koordinator aksi mengatakan aksi pemalangan ini sebagai bentuk protes, karena sebagai warga Inauga yang sudah tinggal lama di kelurahan tersebut tidak pernah menerima manfaat bantuan sosial dimaksud.

“Kami protes Kenapa bisa begini, padahal ada warga yang sebenarnya tidak berhak dapat karena dinilai sudah sejahtera, tapi namanya tetap ada. Sementara kami yang sudah lama ini tidak pernah dapat,” protes Marika.

Lebih ironisnya, kata Marike, kebanyakan warga asli Papua yang tinggal di Kelurahan Inauga tidak terdaftar sesuai data yang dikeluarkan oleh pendamping PKH.

Menanggapi aksi belasan ibu-ibu kelurahan setempat, Yance K Buiney selaku Kepala Kelurahan Inauga mengatakan data peserta PKH untuk warganya baru diperoleh dari pendamping PKH pada Jumat (24/11).

Namun ketika warga mengecek nama mereka tidak tercantum sehingga kecewa dan melakukan aksi pemalangan.

“Kami sendiri juga tidak tahu mekanisme pendataan peserta program seperti apa. Yang terjadi bahwa data ini diberikan padahal tidak mengakomodir warga kami yang seharusnya berhak menerima,”katanya.

Ia pun mengatakan bahwa persoalan semacam ini juga dihadapi oleh warga di beberapa distrik atau kelurahan yang ada di wilayah itu. Untuk itu, pihaknya akan mengonfirmasi ke Dinas Sosial terkait permasalahan ini.

Namun ia berharap agar data yang ada bisa mengakomodir terlebih masyarakat asli Papua yang kurang mampu.
Yance epun menegaskan ke ke depannya data peserta PKH tersebut dapat dimutakhirkan sehingga sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Jangan yang berhak tidak dapat, tetapi yang tidak berhak dapat PKH. Ke depan PKH harus tepat sasaran sehingga membantu meningkatkan ekonomi warga kurang mampu,” tandasnya. (tan)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *