TPID Diharapkan Menekan Disparitas Harga Barang Kebutuhan

TIMIKA, TimeX Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mimika diharapkan mampu menekan disparitas harga barang kebutuhan masyarakat jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018.

SOSIALISASI-Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang (kiri 2) didampingi pemateri dan Kabag Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Ida Wahyuni saat pembukaan sosialisasi TTPID di Ballroom Hotel Cenderawasih 66, Rabu kemarin.

TIMIKA, TimeX

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mimika diharapkan mampu menekan disparitas harga barang kebutuhan masyarakat jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018.

Harapan ini mengemuka saat digelarnya sosialisasi TPID oleh Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Rabu (29/11) di Ballroom Hotel Cenderawasih 66.

kegiatan ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang ditandai pemukulan tifa.

Sementara narasumber yang dihadirkan, dari Deputi Perwakilan Bank Insonesia (BI) Provinsi Papua, Fauzan membawakan materi tentang perkembangan inflasi Papua.

Narasumber lainnya adalah Kepala Bidang (Kabid) Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Papua, Rika Nonim yang membawakan materi tentang tugas pokok Biro Perekonomian dan SDA Papua.

Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang dalam sambutannya, mengatakan,  dari sosialisasi diharapkan menghasilkan rumusan yang bisa direkomendir kepda tim terpadu TPID Kabupaten Mimika sehingga dapat menekan harga kebutuhan pokok.

Dengan demikian dapat menjangkau dan menopang kebutuhan warga masyarakat Mimika dari kalangan menengah dan golongan tidak mampu.

“Saya rekomendasikan kepada pelaksana kegiatan untuk libatkan semua pihak yang berpengaruh terhadap inflasi di Mimika, sehingga sosialisasi ini berdampak positif bagi kehidupan masyarakat,” pesannya.

Orang nomor dua di Mimika juga menekankan kepada para distributor untuk tidak melakukan penimbunan sembako yang berdampak pada lonjakan harga pasaran.

“Dengan begini kita tidak perlu lagi operasi pasar kalau harga pasaran saat hari raya bisa dikendalikan. Distributor jangan ambil keuntungan dengan cara-cara tidak sehat dalam berbisnis,” tandasnya.

Sementara itu, Deputi Perwakilan BI Provinsi Papua, Fauzan saat membawakan materi mengarahkan peserta sosialisasi TPID yang telah dibentuk tahun 2017 terkait capasity building.

“Ini supaya kita tahu dan paham apa itu inflasi, termasuk tugas-tugas TPID di Mimika,”ujarnya.

Sementara Kabid Biro Perekonomian dan SDA Provinsi Papua, Rika Nonim menjelaskan rumusan kebijakan serta koordinasi, pengawasan atau pemantauan, evaluasi serta membina penyelenggaraan kebijakan di bidang perekonomian dan sumber daya alam.

“Bisa juga ke depan TPID Mimika gelar rapat rutin bertajuk coffee morning dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta dan perbankan. Ini seperti yang kami lakukan

rapat koordinasi dengan Pelindo dalam meningkatkan ekspor dan budidaya rumput laut, serta hasil hasil perikanan lainnya di Provinsi Papua.

Termasuk melakukan penunjukkan BUMN, swasta, perbankan dalam mengembangkan komoditi unggulan di Mimika khususnya dan Papua umumnya,” kata Rika.

Sementara itu, Kepala  Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Ida Wahyuni usai kegiatan kepada wartawan, mengatakan TPID yang telah dibentuk akan langsung action Senin pekan depan jelang Natal dan tahun baru 2018.

Rencana tersebut sejalan dengan tingkat permintaan barang kebutuhan warga masyarakat yang mulai meningkat ke depannya.

“Kami tim perlu antisipasi disparitas harga barang kebutuhan. Kami juga akan rapatkan bersama soal harga barang kebutuhan, sehingga produsen, pedagang maupun penjual tidak seenaknya memainkan harga barang di pasaran,” tegasnya.

Selaku koordinator TPID, Bagian Perekonomian Mimika bersama Bulog Timika, Disperindag Mimika serta beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemda Mimika akan melakukan pengawasan secara terpadu yang telah diawali dengan penguatan sosialisasi kepada anggota.

Selanjutnya, Ketua Panitia Kegiatan Maria Rante Limbong dalam laporannya,  menjelaskan tujuan kegiatan ini penting dan strategis dalam program pengendalian inflasi daerah.

“Fokus utama adalah menjaga ketersediaan pangan, kelancaran distribusi, menjaga harga yang wajar dan terjangkau serta komunikasi intens dengan pihak terkait dalam menjaga stabilitas harga di Kabupaten Mimika,” jelasnya.

Katanya pula, peserta kegiatan sebanyak 58 orang, terdiri dari 38 anggota TPID Kabupaten Mimika dan 20 orang perwakilan distributor di Mimika.

“Struktur kepengurusan TPID ini, Bupati Mimika selaku pengarah I dan Wakil Bupati Mimika Pengarah II, sedangkan Sekda Mimika adalah Ketua TPID,” katanya. (nur/zuk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.