Derek: Syarat Dukungan Paslon ‘KAMU’ Ditolak Silon

TIMIKA, TimeX Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Mimika melalui jalur perseorangan, Longginus Kareyau, ST dengan Muh. Hasan Husen, dengan jargon ‘KAMU’ menyatakan protes terhadap komisioner KPU Mimika, sebab berkas dukungannya untuk maju Pilkada 2018 ditolak.

Komisioner Bagian Teknis KPU Mimika, Derek Mote.

TIMIKA, TimeX

Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Mimika melalui jalur perseorangan, Longginus Kareyau, ST dengan Muh. Hasan Husen, dengan jargon ‘KAMU’ menyatakan protes terhadap komisioner KPU Mimika, sebab berkas dukungannya untuk maju Pilkada 2018 ditolak.

Menanggapi protes paslon KAMU, Komisioner Bagian Teknis KPU Mimika, Derek Mote kepada wartawan, Minggu (3/12) menegaskan bahwa berkas syarat dukungan dari paslon tersebut bukan ditolak KPU Mimika, tetapi ditolak oleh Sistem Informasi Pencalonan (Silon) secara online karena sudah melewati batas waktu.

Kata Derek, Silon menolak karena syarat yang diajukan tidak memenuhi sesuai ketentuan dalam PKPU No.15 tahun 2017 tentang Pencalonan.

Di dalam Pasal 14 PKPU No.15 tahun 2017 tentang Pencalonan, bahwa bakal calon perseorangan harus menunjukkan berkas dukungannya dalam softcopy yaitu data yang masuk dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon), dan hardcopy yakni bukti fisik berkas dukungan.

“Dari syarat Berkas dukungan B.1-KWK sebanyak tiga rangkap dalam softcopy dan hardcopy dari Paslon KAMU tidak ada sehingga sistem tolak. Jadi bukan KPUD yang tolak, tetapi sistem karena semuanya langsung terpusat ke KPU Pusat Jakarta,”kata Derek.

Derek menambahkan, pengumpulan dan penyeraan syarat dukungan untuk paslon perseorangan, sesuai batas waktu  yang ditetukan adalah tanggal 29 November 2017 pukul 24.00 WIT. Kalau diserahkan setelahnya maka ditolak.

Termasuk kalau tidak terbaca dalam sistem juga ditolak,”jelasnya.

Penolakan tersebut tidak diterima paslon Longginus Kareyau,ST dengan Muh Hasan Husen (Kamu).

Melalui konferensi pers di Hotel Intsia,  Jalan Yos Sudarso, Jumat (1/12) lalu, Longginus dan Husen mengatakan, sesuai dengan Sitem Informasi Pencalonan(Silon) jumlah KTP sebagai syarat dukungan yang ditetapkan sebanyak 22.273, oleh pihaknya mengumpulkan dan menyerahkan lebih, yakni 26.164 KTP.

“Kami serahkan berkas lebih dari ketentuan, tapi KPU Mimika nyatakan bawah berkas kami tidak lengkap. Ini ada permainan dan kecurangan,” kata Longginus curiga.

Sementara calon wakil bupati, Muh Hasan Husen menjelaskan, pada tanggal 27 November, bersama pasangannya mendatangi KPU Mimika untuk  menyerahkan berkas.

Hanya saja  sistem jaringan internet tidak bagus, maka oleh KPU Mimika menyarankan agar berkas syarat dukungan diserahkan tanggal 29 November.

“Karena sarannya begitu, jadi kami baru serahkan berkas dukungan tanggal 29 November jam 12.00 WIT. Waktu itu tidak ada persoalan dan pihak KPU Mimika sarankan tim kami pulang dan besok pagi kembali ke KPU Mimika untuk ambil berita acara dan serahkan fotocopy KTP. Waktu itu berita acara tidak diserahkan karena akan disampaikan keesokan harinya, jadi kami pikir tidak ada masalah,” ujarnya.

Ternyata, keesokan harinya di jam yang sama, pihak KPU Mimika menyampaikan bahwa berkas yang diajukan ditolak.

Mendengar itu lantas pihaknya ingin menanyakan langsung permasalahan penolakan tersebut ke KPU Mimika.

Hanya saja tidak ada petugas KPU yang bisa menjelaskan masalah tersebut.

“Kami pertanyakan kenapa saat kami mau minta penjelasan kenapa ditolak, dari pihak KPU tidak ada. Anehnya, alasan berkas kami ditolak itu diinformasikan oleh orang Panwas Mimika. Ini ada apa, tiba-tiba terjadi perubahan,  padahal berita acara sudah lengkap dipegang oleh Derek Mote. Ada apa dan kenapa langsung berubah keesokan harinya,” tanya Husen.

 

Lebih lanjut katanya, kalau berkas kami belum lengkap kenapa saat kami serahkan malam itu diterima. Ini artinya berkas dukungan sudah masuk ke sistem, tapi kenapa dinyatakan tidak lengkap. Kalau pun tidak lengkap, harusnya dari awal saat diserahkan langsung dikembalikan.

Atas kejanggalan ini, pihaknya akan meminta klarifikasi dukungan dari warga 10 distrik dan para kepala suku  yang sudah memberikan dukungan.

“Kami akan gelar orasi. Jika tidak diizinkan maka kami akan sikapi permasalahan ini KPU Provinsi dan KPU Provinsi. Kami akan terus mencari keadilan sampai ke provinsi dan pusat, karena penyerahan berkas di KPU Mimika waktu itu disaksikan oleh perwakilan Panwas, operator KPU dan Komisioner KPU Mimika, Derek Mote,” tukasnya. (tan/a28)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *