Natal Bersama Tongoi Papua 2017: Teguhkanlah Hatimu karena Allah akan Berperkara

Dalam rangka menjalin silaturahmi di bulan kasih, Bulan Desember, Tongoi Papua (TP) menggelar ibadah Natal bersama 2017.

NATAL-Suasana ibadah perayaan Natal bersama Tongoi Papua di Multipurpose Kuala Kencana,Minggu (3/13)

Didi:Karyawan Freeport Harus Camkan Tiga Hal untuk Kondisi Saat Ini

TIMIKA, TimeX

Dalam rangka menjalin silaturahmi di bulan kasih, Bulan Desember, Tongoi Papua  (TP) menggelar ibadah Natal bersama 2017.

Gelar ibadah yang dilangsungkan di Multipurpose  (Gedung Serbaguna) Kuala Kencana, Minggu (3/12), diawali ibadah yang dipimpin Pdt. Bondi Patoh,S.Th, dengan mengusung tema,” Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu (kolose 3:15)”.

Dan, sub thema,”Teguhkanlah Hatimu karena Allah akan Berperkara”.

Semarak perayaannya yang dihadiri managemen PT Freeport Indonesia, karyawan Freeport, privatisasi dan kontraktor serta keluarga dan pengurus Tongoi Papua, ditandai dengan penyalaan lilin Natal.

Penyalaan lilin Natal dilakukan oleh Ketua Panitia, Yonpis Tabuni, Pdt.Bondi Patoh,S.Th, Senior Papua, Anis Natkime dan perwakilan Pengurus Tongoi Papua, Yones Mayau.

Kemeriahan suasan Natal begitu terasa dari lagu-lagu pujian yang dilantunkan suara emas artis ternama asal Papua, Edo Kondologit dan grup musik Noken Band, ini membuat peserta acara terlarut hanyut dna bahagia.

Mewakili managemen PT Freeport Indonesia, Ahmad Didi Ardianto selaku

EVP Human Resources, menekankan tiga utama yang harus dicamkan dan direalisaiskan karyawan Freeport, privatisasi maupun kontraktor dalam mengadapi kondisi situasi yang sedang digumuli oleh perusahaan tambang emas terbesar di dunia.

Tiga hal utama selaras dengan sub tema,” Teguhkanlah Hatimu karena Allah akan Berperkara,” adalah dekatkan diri kepada Tuhan.

“Dekat dengan Tuhan, maka kita diajuhkan dari godaan ke arah negatif. Jadi jangan pernah lelah dekat dengan Tuhan. Tuhan tidak pernah jauh dari kita, justru kita yang jauh dariNya,” seru Didi kerap ia disapa.

Lanjutnya, dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, dan selalu melakukan perbuatan baik, maka seluruh karyawan yang tergabung dalam wadah Togoi Papua ke depannya akan menjadi pribadi-pribadi obyektif dan lebih baik.

“Sekuat apapun godaan jangan pernah menyerah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan,”tambahnya.

Poin kedua, adalah bersabar dan menguatkan diri, karena dengan sabar melatih kita untuk terus menguatkan diri dalam menghadapi tantangan yang sedang dihadapi maupun yang akan dihadapi.

Selain itu, keluarga besar Tongoi Papua diminta untuk selalu mengucap syukur atas berkat yang masih dirasakan sampai hari adalah berkat dan karunia dari sang pencipta, yang masih dicurahkan dalam pekerjaan, keluarga serta dalam hidup sehari-hari.

“Tiga hal ini jadi pegangan, sehingga dari situasi yang kita hadapi bersama, dengan kuasa dan campur tangan Tuhan, lahirlah rasa syukur dan kebaikan bagi kita,” tandasnya.

Sementara mewakili Pengurus Togoi Papua, Yones Mayau mengapresiasi kerja keras panitia sehingga kegiatan religi penuh makna ini bisa berjalan baik, meskipun persiapannya tidak terlalu lama.

“Setiap momen yang kita laksanakan semakin mempersatukan. Sehingga saya minta agar Tongoi Papua tetap bersatu, jalan bersama saat ini dan seterusnya, dan tidak mudah terpecah bela,”serunya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh  karyawan yang tergabung dalam wadah Tongoi Papua maupun keluarga besar Tongoi Papua untuk terus mendoakan PT Freeport Indonesia  sehingga secepatnya keluar dari permasalahan yang dihadapi agar tetap eksis untuk kelangsungan perusahaan serta kesejahteraan karyawan.

“Mari kita jaga honai kita, jangan membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya,” ungkap Yones.

Selanjutnya, Senior Papua, Anis Natkime pada kesempatan yang sama menyebutkan, bahwa eksistensi organisasi Tongoi Papua hingga kini membawa berkat yang luar biasa bagi keluarga besar karyawan Freeport yang dinaungi organisasi ini.

“Keberadaan Tongoi Papua menjadi saluran berkat bagi Papua. Menjadi ‘honai’ yang memperhatikan nasib orang Amungme serta suku kekerabatan lainya,”ujarnya.

Untuk itu, kepada semua peserta acara dan pemangku kepentingan lainnya, agar tetap menjaga dan melestarikan keberadaan Tongoi Papua.

“Jangan Tongoi Papua terpecah belah, Tongoi Papua harus tetap satu,utuh untuk selamanya,” imbuhnya.

Sedangkan Yonpis Tabuni selaku Ketua Panitia dalam laporannya,  menyebutkan bahwa pelaksanaan Natal Tongoi Papua kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Kita ketahui bersama situasi kondisi di perusahaan tergolong mencekam karena adanya serangkaian aksi teror penembakan. Belum lagi permasalahan internal yang dihadapi managemen terkait pembahasan skema divestasi saham,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta keluarga besar Tongoi Papua dan seluruh karyawan Freeport, privatisasi maupun kontraktor agar tetap solid meskipun dalam situasi sulit.

Tidak lupa ia pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi atas kelancaran dan suksesnya acara Natal bersama tahun ini.

Adapun Pdt. Bondi Patoh melalui bacaan injil, Kolose 3:15, menyimpulkan bahwa semestinya dari hari ke hari, tahun ke tahun manusia diperbaharui atau memperbaharui diri.

“Damai sejahtera Tuhan Yesus Kristus dapat membuat kita satu tubuh dengan Kristus, karena kalau kita diberi rasa belas kasihan, maka kita digerakan oleh roh kudus untuk berbuat baik,”ujarnya.

Momen perayaan Natal mengajarkan umat manusia tentang arti sebuah kesederhanaan, seperti kedatangan sang juruselamat Yesus Kristus ke dunia yang fana dan hina.

Karena itu, Natal hendaknya dijadikan momentum menginterprestasikan damai sejahtera kristus bagi diri pribadi dan sesama.

“Natal artinya Tuhan mengampuni kita, menyelamatkan kita dari dosa, Tuhan menyatu dengan kita. Orang yang banyak mengucap syukur akan banyak menerima berkat Tuhan, Natal harusnya tidak disibukkan dengan makanan dan minuman yang mewah dan meriah. Yang utama adalah mempersiapkan diri kita dengan penuh iman menyanbut Sang Juru Selamat,” tukasnya.(nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *