Warga Tani SP2 Ikuti Penyuluhan Budidaya Bawang Merah

TIMIKA, TimeX Merealisasikan program pemberdayaan penyuluh pertanian dan perkebunan  lapangan,  Kantor Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (KKP4) Mimika menggelar kegiatan penyuluhan budidaya tanaman bawang merah bagi warga tani di Kelurahan Timika Jaya SP2.

foto bersama setelah kegiatan penyuluhan Budidaya Tanaman Bawang merah di aula Kantor Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (KKP4) Mimika.

TIMIKA, TimeX

Merealisasikan program pemberdayaan penyuluh pertanian dan perkebunan  lapangan,  Kantor Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (KKP4) Mimika menggelar kegiatan penyuluhan budidaya tanaman bawang merah bagi warga tani di Kelurahan Timika Jaya SP2.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula KKP4, Senin (4/12) kemarin diikuti puluhan warga tani asal kelurahan setempat.

Gelar penyuluhan oleh Kepala Tata Usaha KKP4 Mimika, Martin Token, bersama Kepala Seksi Penyuluhan KKP4,  Samijan, S, ST, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Suyiman, juga diwarnai aksi tanya jawab seputar potensi komoditas pertanian tanaman bawang.

Kepala Seksi Penyuluhan KKP4 Mimika , Samijan, S, ST, melalui materi tentang budidaya tanaman bawang merah, menegaskan bahwa hal utama yang patut diperhatikan oleh warga tani adalah mekanismenya, mulai dari persiapan persemaian bibit hingga perawatannya.

“Karena di Timika curah hujan tinggi, sehingga, setelah hujan harus diikuti penyiraman atau penyemprotan dengan air tanpa obat-obatan,” jelasnya.

Termasuk pengendalian hama maupun penyakit tanaman bawang merah.

Sebab, salah satu hama yang paling berbahaya bagi tanaman tersebut adalah ulat geraya yang bisa merusak kualitas bawang merah.

Antisipasi lainnya adalah dari serangan jamur, yang pengendalianya menggunakan pestisida fungisida.

“Kalau ulat geraya jenis obat penangkalnya insektisida untuk membasmi berbagai jenis serangga,”tambahnya.

Perawatan bawang merah secara spesifik dan harus menjadi perhatian petania adalah sistem perawatannya, jika ingin mendapatkan hasil atau prosuktivitas yang maksimal.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha KKP4 Mimika, Martin Token setelah membuka program bertajuk pemberdayaan penyuluhan, perkebunan lapangan, atau kegiatan penyuluhan dan pendampingan pertanian, perkebunan,  berharap kegiatan yang diikuti ini dapat diaplikasikan oleh warga tani dalam meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya.

“Kami harap kegiatan ini tidak berhenti disini, tetapi ditindaklanjuti,” kata Martin.

Tak pelak, harapnya pula, ilmu yang diperoleh dari penyuluhan ini dapat ditularkan kepada anggota kelompok tani lainnyaguna meningkatkan perkonomian melalui pengembangan komoditas pertanian tanaman bawang merah. (nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *