Dua WNA Myanmar Disidangkan di Timika

TIMIKA,TimeX Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Myanmar, yaitu Shu Mo Ouw alias Shu dan Mhu Yant Hu alias Yanto dalam waktu dekat akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Timika.

Press Conference Kantor Imigrasi mengenai kasus 2 WNA Myanmar.

TIMIKA,TimeX

Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Myanmar, yaitu Shu Mo Ouw alias Shu dan Mhu Yant Hu alias Yanto dalam waktu dekat akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Timika.

Kedua warga yang melanggar pasal 119 ayat (1) jo Pasal 8 UU RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, sebelumnya diamankan diarea pendulangan emas tradisional dataran rendah PT Freeport Indonesia oleh Satgas TNI pada tanggal 31 Maret 2017 lalu.

Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura kemudian menindaklanjuti proses penyidikan, dan ternyata kedua warga Myanmar ini tidak mengantongi kelengkapan keimigrasian selama berada di Timika.

Demikian ditegaskan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura, Jesaja Samuel Enock saat ditemui Timika eXpress di kantornya, Senin (4/12).

Terkait rencana persidangannya, Jesaja mengatakan bahwa berkas kasusnya sudah memenuhi persyaratan dan siap disidangkan.

“Dari hasil penyidikan terhadap kedua tersangka, pada tanggal 3 November, berkas perkara penyidikan tindak pidana keimigrasian diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Mimika untuk dipersiksa. Kemudian pada tanggal 23 November 2017, berkas perkara dengan dugaan pasal 119 ayat (1) jo Pasal 8 UU RI No.6 Tahun 2011 tentang keimigrasian yang diajukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Imigrasi dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Negeri Mimika dan siap disidangkan,”  jelas Samuel.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Timika, Joice, E. Mariai kepada Timika eXpress mengungkapkan pihaknya telah memeriksa berkas perkara kedua tersangka, sekaligus sudah bertemu dan menanyakan langsung secara jelas kepada dua tersangka.

Dari proses hukum kasus tersebut, pihak JPU Kejari Mimika menetapkan status wajib lapor selama dua kali seminggu, yakni setiap Hari Senin dan Kamis, karena kedua tersangka dinilai kooperatif,”  ujar Jioce.

Sementara itu, isteri Shu Mo Ouw alias Shu alias Sisilia Tetubun kepada Timika eXpress mengungkapkan kesedihannya karena suaminya dalam kasus hukum.

Ia pun berharap pemerintah bisa meringankan hukuman suaminya, karena mereka memiliki anak yang  masih kecil. Mereka (dua tersangka) juga sudah bersedia jadi Warga Negara Indonesia, mungkin bisa jadi pertimbangan jaksa dan hakim di sidang nanti,” imbuhnya. (zuk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *