Ketua KPU:Saya Tidak Memihak Salah Satu Bakal Calon

TIMIKA, TimeX Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika, Theodora Ocepina Magal, mengeluarkan surat pernyataan bahwa dirinya tidak akan memihak kepada salah satu bakal calon (Balom) Bupati Mimika

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika, Theodora Ocepina Magal

TIMIKA, TimeX

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika, Theodora Ocepina Magal, mengeluarkan surat pernyataan bahwa dirinya tidak akan memihak kepada salah satu bakal calon (Balom) Bupati Mimika yang akan bertarung pada Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten Mimika.

Penegasan ini dituangkan dalam sebuah Surat Pernyataan tertanggal 24 Nopember 2017, yang dibubuhi tandatangan basah Ocepina Magal dan materai 6000.

Melalui pesan singkat ponselnya, Senin (4/12) malam lalu, Ocepina menjelaskan, surat pernyataan ini dibuat untuk mempertegas bahwa dirinya netral sekaligus menampik tudingan dari masyarakat.

Sebab, salah satu kandidat Balon Bupati Mimika yang maju melalui jalur persorangan adalah saudara kandungnya, yakni Hans Magal yang berpasangan dengan Abdul Muis, paket pasangan HAM.

” Memang benar saya memiliki hubungan kekeluargaan (adik kandung) dari Hans Magal, yang juga adalah Balon Bupati Kabupaten Mimika Tahun 2018,” tulis Ocepina.

Ia kembali menegaskan bahwa adanya hubungan kekeluargaan, dirinya tetap profesional dan independen dengan tidak memihak kepada salah satu kandidat calon.

“Saya pastikan jalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Ketua KPU Kabupaten merangkap anggota KPUD Mimika dengan menjunjung tinggi 13 asas, yaitu mandiri, jujur, adil, kepastian hukum, tertib, kepentingan umum, proporsionalitas, akuntabilitas, keterbukaan, profesionalitas, efisiensi, efektivitas, dan aksesibilitas,”tegasnya.

Ocepina menambahkan, surat pernyataan ini akan dibacakan pada peluncuran Pilkada Serentak.

Tetapi karena sampai saat ini belum diluncurkan, maka perlu disampaikan kepada semua pihak untuk diketahui terlebih dahulu.

Adapun aturan yang tidak diperbolehkan adalah ikatan perkawinan atau suami istri antara komisioner KPU dengan seorang calon yang akan bertarung dalam Pemilu.

“Tetapi kalau hubungan darah, dalam undang-undang  tidak melarang atau tidak ada pasal yang mengatur. Saya  juga sudah koordinasi dengan KPU Provinsi. Dan arahannya, agar surat pernyataan dibacakan pada saat launching,” tandasnya.(tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.