Kopda Andik Korban Kasus Pomako Berdarah Meninggal

SURABAYA,TimeX Anggota Kodim 1710 Mimika, Kopda Andik dengan NRP 31040688321 yang menjadi korban penikaman saat ionsiden Pomako berdarah, pada Rabu, 9 Agustus lalu akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Dr. Sutomo Surabaya, Minggu (10/12)

KENANGAN-Almarhum Kopda Andik bersama istri dan kedua buah hatinya.

SURABAYA,TimeX

Anggota Kodim 1710 Mimika, Kopda Andik dengan NRP 31040688321 yang menjadi korban penikaman saat ionsiden Pomako berdarah, pada Rabu, 9 Agustus lalu akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Dr. Sutomo Surabaya, Minggu (10/12)

Korban yang mengalami luka tombak di tubuh bagian belakang berdasarkan informasi resmi dan pasti dari Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf. Windarto.

“Benar, Kopda Andik meninggal jam dua siang (14.00 WIB) Hari Minggu kemarin,” terangnya kepada Timika eXpress saat dikonfirmasi via ponsel Minggu malam.

Kata Dandim Windarto, almarhum sebelum meninggal tercatat sebagai anggota TA Unit Intel Kodim 1710/Mimika.

“Kami keluarga besar Kodim Mimika ikut berbelasungkawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” tandas Dandim.

Musibah naas yang menimpanya itu terjadi saat ditugaskan untuk memantau situasi sebelum konflik terjadi antara nelayan pribumi dengan nelayan pendatang.

Kopda  Andik saat rusuh yang terjadi di Mako Polsek KP3 Laut, ketika itu berusaha menenangkan bentrok antar nelayan pribumi dan pendatang.

Namun, Kopda Andik yang mengenakan pakaian preman ketika itu tidak dikenali sebagai aparat sehingga ikut diserang massa hingga mengalami cedera serius.

Kopda Andik meninggalkan satu isteri dan dua orang putra yang masih kecil.

Almarhum yang disemayamkan di rumah duka Jalan Sungkono, Gang Dadap, Desa Pogar, Kecamatan Bangli, Kabupaten Pasuruan telah dimakamkan, Senin (11/12) karena menunggu kedatangan adik kandungnya dari Bandung Minggu kemarin.

Dari keterangan rekan korban, sebelum meninggal pasca dirujuk dari Timika ke Surabaya, Kopda Andik sempat keluar masuk rumah sakit.

“Tanggal 27 Agustus itu kondisi almarhum membaik dan dibolehkan pulang ke rumah di Pasuruan. Namun pada tanggal 10 November korban kembali masuk ruang ICU RSAL Dr. Sutomo. Waktu itu hasil pemeriksaan dokter nyatakan HB (hemoglobin) korban turun drastis di level 4. Ini karena luka yang dideritanya infeksi dan sudah menyebar ke seluruh tubuh.

Dua minggu berselang, yaitu tanggal 27 November, Kopda Andik tidak sadarkan diri.

Meski terus berjuang atas penyakit derita sakitnya, namun Tuhan berkehendak lain. Kopda Andik akhirnya menghembuskan nafas terakhir.  (zuk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *